Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

3 Alat Bantu Penglihatan Untuk Mata Minus

Mata adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia dan memiliki dampak besar pada kualitas hidup manusia. Dengan melihat, seseorang dapat melakukan segala macam hal dalam hidupnya. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat produktivitas.

Bagaimana bila mata mengalami keluhan? Tentu saja Anda membutuhkan alat bantu penglihatan agar penglihatan Anda bisa membaik.

Karena itulah, kondisi penglihatan sangat penting bagi kita, sehingga memerlukan perawatan dan penanganan yang tepat. Jika Anda memiliki penyakit mata, salah satunya mata minus, Anda tidak dapat melihat dunia dengan jelas.

Mata minus disebut sebagai miopi atau rabun jauh dalam dunia medis. Bagi Anda yang menderita mata minus, melakukan kegiatan sehari-hari tanpa alat bantu penglihatan tentu membuat Anda jadi tidak nyaman. Ketidakmampuan untuk melihat objek yang jauh dengan jelas merupakan gejala myopia. Alat bantu penglihatan juga diperlukan bagi Anda yang memiliki keluhan mata, seperti Katarak.

Minel mau merekomendasikan 3 alat bantu penglihatan untuk Anda yang ingin melihat dengan jelas tetapi memiliki keluhan seperti mata minus.

Baca juga:

Mata Minus (Miopi)

Mata minus atau rabun jauh adalah suatu keadaan refraksi di mana mata dalam keadaan diam (tanpa akomodasi) dan sinar sejajar dari suatu benda pada jarak tidak terhingga akan difokuskan pada satu titik fokus di depan retina.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini :

Mata Normal dan Mata Minus

Baca juga :

Gejala dan Penyebab Mata Minus

Kesulitan melihat objek yang jauh, seperti saat melihat layar TV atau papan tulis di sekolah adalah gejala atau keluhan yang umum terjadi. Pada saat yang sama, ketika Anda melihat lebih dekat pada suatu objek, itu terlihat lebih tajam.

Berikut beberapa gejala miopi, antara lain :

  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala
  • Mata Lelah
  • Menyipitkan mata untuk melihat dengan jelas
  • Berkedip berlebihan

Setelah mengetahui gejala mata minus, tentunya Anda harus mengetahui penyebab mata minus. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki mata minus seperti panjang bola mata yang lebih panjang dari rata-rata. Kondisi ini disebut mipoia aksial. Kedua adalah myopia refraktif, di mana kekuatan refraksi mata terlalu besar.

Namun terdapat beberapa faktor dapat meningkatkan risiko mata minus. Antara lain :

  • Genetik

Orang tua yang menderita myopia memiliki risiko besar untuk menurunkan myopia kepada anaknya.

  • Kebiasaan membaca terlalu dekat

Orang yang sering membaca dekat dengan matanya lebih rentan terkena myopia.

  • Kurang sinar matahari

Orang yang jarang keluar rumah lebih mungkin mengembangkan myopia karena mereka tidak mendapatkan cukup sinar matahari.

  • Kekurangan vitamin D

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang kekurangan vitamin D berisiko mengalami miopia, juga dikenal sebagai rabun jauh.

Baca juga :

3 Rekomendasi Alat Bantu Penglihatan

Berikut rekomendasi alat bantu mata minus bagi Anda yang ingin melihat dengan jelas :

  1. Kacamata

Kacamata adalah salah satu alat bantu mata minus yang paling umum digunakan oleh masyarakat. Besarnya miopia pada mata disesuaikan dengan kacamata yang digunakan dengan concave lens (lensa cekung).

Kacamata bekerja dengan menggunakan lensa untuk mengatur fokus area retina. Pada mata normal, cahaya mengenai retina secara langsung. Pada mata minus atau rabun jauh, cahaya jatuh tepat di retina.

Tentu saja kacamata tidak bisa menghilangkan mata minus. Untuk menghasilkan penglihatan yang jelas, kacamata hanya membantu memancarkan kembali cahaya yang masuk ke mata sehingga jatuh tepat di retina. Jika Anda melepas kacamata, penglihatan jarak jauh Anda akan terdistorsi lagi.

Kacamata adalah alat bantu penglihatan yang paling ekonomis dibandingkan dengan alat bantu penglihatan lain. Namun kacamata juga memiliki kekurangan, yang sebanding dengan harganya. Seperti, merasa berat dan lelah, frame kacamata mengganggu dan menutupi sebagian penglihatan, mengakibatkan distorsi bayangan akibat jarak antara kacamata dengan mata.

Umumnya ketika Anda menggunakan kacamata, Anda akan merasa tidak nyaman dan bagi orang lain, kacamata akan mengganggu penampilan sehari-hari. Belum lagi jika kacamata ketinggalan atau hilang.

  1. Lensa kontak

Selain kacamata, ada lensa kontak yang bisa mengoreksi mata minus untuk sementara. Seperti kacamata, lensa kontak juga cocok untuk dioptri untuk rabun jauh.

Lensa kontak relatif tidak mencolok dalam penampilan. Karena tidak terlalu terlihat. risiko jatuh atau kehilangan lensa kontak yang relatif kecil. Secara harga, tidak jauh berbeda antara memakai kacamata untuk jangka waktu tertentu dan perlu mengganti lensa kontak untuk jangka waktu tersebut.

Ini adalah salah satu kelemahan lensa kontak. Lensa kontak perlu diganti secara teratur. Proses pergantian lensa kontak harus cepat karena harus tetap bersih dan higienis setiap saat. Jika kotor, ia dapat dengan mudah teriritasi dan terinfeksi.

Selain itu, memakai lensa kontak bukanlah hal yang mudah bagi pemula. Dibutuhkan waktu untuk memakai dan melepas setiap hari. Berikut adalah dua jenis lensa kontak yang dapat Anda pilih.

Baca Juga :

  1. Lensa kontak – hardlens

Hardlens merupakan jenis lensa kontak yang terbuat dari materi dasar PMMA (Poly Methyl Methacrylate) yang memiliki sifat optic yang baik dan tidak mudah pecah. Tipe hardlens yang popular adalah Rigid Gas Permeable (RGP).

Hardlens berdiameter lebih kecil daripada softlens. Karena ukurannya lebih kecil, ini akan memudahkan untuk melepaskan hardlens dari mata dan memungkinkan debu atau kotoran menembus bagian bawah lensa. Tekstur hardlens lebih keras dan kokoh, sehingga memungkinkan timbulnya sensasi mengganjal pada mata dan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbiasa menggunakannya.

Hardlens memiliki banyak keuntungan, seperti lebih tahan lama daripada softlens, tidak mudah sobek, dan dapat memberikan penglihatan yang lebih jelas dibandingkan softlens. Selain itu, jenis lensa ini dapat membuat penglihatan terasa lebih nyaman dan bisa lebih memperbaiki penglihatan bagi orang dengan mata silinder.

Dari segi biaya, hardlens lebih mahal daripada softlens. Hardlens memiliki masa pakai lebih lama, sekitar 1 tahun, dan terkadang memungkinkan risiko iritasi mata, terutama dengan penyimpanan dan penggunaan yang tidak tepat.

  1. Lensa kontak – softlens

Softlens adalah lensa kontak yang terbuat dari plastik dan air atau water content. Manfaat water content tersebut adalah memberikan oksigen ke kornea mata, sehingga Anda tetap nyaman saat memakai softlens.

Soflens memiliki diameter yang lebih besar daripada hardlens. Softlens cenderung lebih lembut teksturnya, lebih mudah melekat di mata dan lebih nyaman dipakai.

Softlens tidak hanya lebih nyaman digunakan dan lebih murah, lensa ini juga memiliki keuntungan yaitu lensa tidak mudah lepas atau bergesar di mata. Karena tekstur softlens yang tipis, lensa kontak jenis ini lebih rentan untuk sobek, sehingga harus berhati-hati saat memakainya.

Mengenakan softlens untuk waktu yang lama dapat menyebabkan cedera mata atau iritasi karena kekurangan oksigen. Kesalahan dalam memakai softlens dapat menyebabkan infeksi mata. Karenanya, jika ingin memakai softlens, sebaiknya memilih softlens yang memiliki kandungan air antara 38% hingga 75%.

Untuk kedua jenis lensa kontak, hardlens dan softlens dapat membantu mengatasi masalah penglihatan. Namun, diingatlah bahwa memakai lensa kontak membutuhkan perawatan ekstra dan lebih mungkin menyebabkan mata kering, mata merah, infeksi mata, dan kerusakan kornea.

Jadi sebelum Anda memutuskan untuk memakai lensa kontak, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk menentukan jenis lensa kontak yang terbaik untuk Anda.

Saat Anda menggunakan lensa kontak, baik yang softlens maupun hardlens, pastikan Anda menyimpannya dengan aman dan melepasnya sebelum Anda tidur.

LASIK – Solusi yang ingin Terbebas dari Alat Bantu Penglihatan

Lalu bagaimana jika ingin terbebas dari alat bantu penglihatan?

Hingga saat ini, belum ada bukti penelitian tentang obat-obatan herbal yang dapat menyembuhkan mata minus. Lasik adalah teknik dan pengobatan paling aman dan terbukti membebaskan penderitanya dari mata minus.

Laser In Situ Keratomileusis merupakan singkatan dari Lasik. Lasik adalah prosedur laser untuk mengkoreksi gangguan refraksi sehingga bebas kacamata dan lensa kontak (contact lens). Pada sadarnya, Lasik merupakan salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC).

Baca juga :

National Lasik Center (NLC) hadir sebagai solusi bagi Anda yang ingin terbebas dari alat bantu penglihatan. NLC adalah Pusat Bedah Refraksi Laser (Pusat Lasik) yang berkomitmen memberikan layanan lasik dengan dokter spesialis mata ahli di bidang operasi bedah refraktif dan didukung teknologi modern.

Sebelum mementukan jenis metode yang akan digunakan, perlu dilakukan pemeriksaan dasar, Pre-Lasik, hingga melakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata terlebih dahulu. NLC memiliki 3 jenis metode lasik yang dapat Anda pilih sebelum melakukan tindakan Lasik.

Jenis – Jenis Lasik

Tindakan Laser Vision Correction (LVC) atau dikenal dengan Lasik memiliki 3 jenis atau metode Lasik. Setiap metode lasik memiliki kelebihan masing-masing dan jika mata Anda dalam kondisi baik dan memungkinkan untuk mendapatkan jenis atau metode Lasik apapun, pilihan ada di tangan Anda

Berikut 3 metode Lasik yang perlu Anda ketahui :

  1. ReLEx SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction)

ReLEx SMILE adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih daripada PRK dan proses pemulihannya yang cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Selain itu, metode ini juga mengurangi efek samping dari koreksi penglihatan laser setelah operasi, seperti mata kering.

Prosedur ReLEx SMILE hanya membutuhkan sayatan kecil (2-4 mm), jadi metode ini adalah prosedur yang hampir bebas rasa sakit, tanpa penutup yang menggabungkan keunggulan dua teknik sebelumnya, PRK dan Lasik.

Prosedur ReLEx SMILE

Prosedur operasi lasik ReLEx SMILE :

  1. Femto Lasik (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis)

Femto Lasik merupakan metode bedah refraksi yang mengobati kelainan refraksi (miopia/hiperopia/silindris) dengan rasa sakit yang minimal dan pemulihan yang cepat.

Metode ini adalah generasi kedua dari laser koreksi penglihatan laser-assisted in situ keratomileusis atau Lasik seperti yang biasa dikenal adalah generasi kedua dari laser koreksi penglihatan.

Diantaranya, proses pemulihan lebih cepat dari PRK, efek setelah operasi lebih nyaman, dan efek mata kering setelah Lasik lebih sedikit.

Prosedur Femto Lasik

Prosedur operasi Femto Lasik :

  1. PRK (Photorefractive Keratectomy)

PRK adalah operasi refraktif yang masih digunakan pada pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

Metode ini merupakan generasi pertama dari koreksi penglihatan laser mata. Prosedur ini dilakukan dengan cara menghilangkan atau pengangkatan permukaan kornea. PRK sendiri cocok dan aman untuk pasien dengan kornea mata tipis.

Prosedur PRK

Prosedur operasi PRK :

Baca Juga:

Sebagai penderita mata minus, Anda bebas menentukan jenis alat bantu penglihatan yang akan Anda gunakan, tentunya dengan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi. Bagi Anda yang ingin terbebas dari alat bantu penglihatan, solusinya adalah dengan melakukan Lasik. Anda juga dapat memutuskan metode apa yang akan digunakan setelah melakukan pre-Lasik dan berkonsultasi dengan dokter mata.

Saksikan Video Rekomendasi tentang cerita menarik lasik people: