Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 16:00 WIB

Astigmatisme (Silinder): Penyebab, Ciri, dan Cara Menyembuhkan

Salah satu kelainan refraksi adalah astigmatisme atau mata silinder. Apa itu astigmatisme (silinder), penyebab, ciri dan bagaimana cara menyembuhkannya?

Pengertian Astigmatisme

Astigmatisme atau silinder adalah kondisi optik mata, di mana sinar-sinar sejajar tidak dibiaskan pada satu titik fokus tunggal.

Astigmatisme silinder

Lasik Advisor National Lasik Center (NLC) dr. Hani Faradis, Sp.M menjelaskan bahwa silinder adalah suatu kelainan yang dialami pasien sehingga fokusnya tidak jelas, penglihatannya berbayang dan sering pusing. Akibatnya, ia sering memicingkan mata dan terhambat aktifitasnya.

Seseorang bisa mengalami silinder saja, bisa juga mengalami silinder bersama miopia (rabun jauh) dan hipermetropi (rabun dekat).

Penyebab Astigmatisme

Penyebab astigmatisme atau silinder adalah kelengkungan (kurvatura) dan kekuatan refraksi permukaan kornea dan/atau lensa yang berbeda-beda di antara berbagai meridian sehingga terdapat lebih dari satu titik fokus.

Hingga saat ini belum dapat dipastikan apa yang memicu kelainan tersebut. Dugaan kuat, kelainan tersebut terkait dengan faktor keturunan. Sehingga, sering kali astigmatisme terjadi sejak lahir.

Namun, mata silinder ini juga bisa terjadi akibat cedera pada mata, atau karena efek samping operasi mata. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko astigmatisme:

  • Infeksi yang mengakibatkan jaringan parut pada kornea
  • Miopia (rabun jauh) atau rabun dekat (hipermetropi) yang sudah parah
  • Melakukan operasi mata yang menyebabkan adanya perubahan kornea
  • Gangguan mata lainnya, seperti keratoconus (degenerasi kornea) atau penipisan kornea
  • Adanya benjolan pada kelopak mata yang menekan kornea
  • Terlahir prematur atau stunting
  • Mengalami sindrom down

Gejala Astigmatisme

Dr. Hani Faradis, Sp.M menjelaskan, orang yang mengalami astigmatisme (silinder), umumnya mengalami:

  • penglihatan kabur atau sering berbayang
  • sering memicingkan mata ketika melihat jauh maupun dekat
  • mengeluh kesulitan membaca tulisan yang kecil
  • sakit kepala, mata tegang dan lelah setelah membaca atau memakai gadget
  • pada gangguan mata silinder yang ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak terjadi secara signifikan

Jenis-Jenis Astigmatisme

Berdasarkan meridian utama, astigmatisme atau silinder bisa dibedakan menjadi dua. Yakni astigmatisme reguler dan astigmatisme ireguler.

1. Astigmatisme Reguler
Yakni jika meridian utama sistem optik mata memiliki orientasi yang konstan sepanjang pupil dan perbedaan kekuatan refraksi-nya juga konstan.

2. Astigmatisme Ireguler
Yakni jika orientasi meridian utama serta besar astigmatisme di sepanjang bukaan pupil berubah-ubah.

Berdasarkan orientasi dan posisi garis fokusnya, astigmatisme dibedakan menjadi lima jenis:

1. Astigmatisme miop simpleks
Astigmatisme miop simpleks (simple myopic astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus pada retina. Garis lainnya terletak di depan retina.

2. Astigmatisme miop kompositus
Astigmatisme miop kompositus (compund myopic astigmatism) adalah silinder dengan kedua garis fokus terletak di depan retina.

3. Astigmatisme hipermetrop simpleks
Astigmatisme hipermetrop simpleks (simple hypermetropic astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus pada retina. Garis lainnya terletak di belakang retina.

4. Astigmatisme hipermetrop kompositus
Astigmatisme hipermetrop kompositus (compund hypermetropic astigmatism) adalah silinder dengan kedua garis fokus terletak di belakang retina.

5. Astigmatisme mikstus
Astigmatisme mikstus (mixed astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus berada di depan retina dan garis fokus lain berada di belakang retina.

Sedangkan berdasarkan orientasi meridian utamanya, astigmatisme dibedakan menjadi tiga jenis:

1. Astigmatisme with-the-rule
Yaitu astigmatisme yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian vertikal. Silinder jenis ini banyak terjadi pada anak-anak.

2. Astigmatisme against-the-rule
Yaitu astigmatisme yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian horizontal.

3. Astigmatisme oblik
Yaitu astigmatisme yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian di sekitar 45° dan 135°

Manifestasi Klinis

Astigmatisme (silinder) dapat ditegakkan menggunakan:

  • Juring astigmat (astigmatism dial technique)
  • Jackson-cross cyliner
  • Keratometer. Untuk mengukur kelengkungan kornea.
  • Cakram placiso. Untuk memeriksa permukaan kornea dan memperkirakan kelengkungan kornea secara sederhana.
  • Topografi terkomputerisasi. Untuk memberikan gambaran permukaan kornea lebih menyeluruh.

Cara Menyembuhkan Astigmatisme

Ada dua hal sebagai tata laksana astigmatisme. Pertama, untuk sekadar mengoreksi. Kedua, untuk mengoreksi permanen (menyembuhkan).

Untuk koreksi astigmatisme, bisa menggunakan kacamata atau lensa kontak. Koreksi ini menggunakan kacamata silindris (lensa silinder). Pada astigmatisme irreguler, lensa kontak bisa memberikan koreksi yang lebih baik. Ia juga memberikan penglihatan yang lebih tajam dan lebih luas.

Astigmatisme with-the-rule dikoreksi dengan lensa silinder negatif pada aksis sekitar 180°. Sedangkan astigmatisme against-the-rule, koreksinya dengan lensa silinder pada aksis sekitar 90°.

Ada pun untuk mengoreksi secara permanen atau menyembuhkan, perlu tindakan bedah refraktif yaitu operasi Lasik. Ada tiga metode dan semuanya tersedia di National Lasik Center (NLC):

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisasi efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

FEMTO LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif terkini untuk mengatasi kelainan refraksi (rabun jauh/rabun dekat/silinder) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea. []

Referensi:
American Academy of Ophtalmology. Clinical Optics; 2017-2018 Basic and Clinical Science Course. San Fransisco: American Academy of Ophtalmology; 2018
Universitas Indonesia Faculty of Medicine. Buku Ajar Oftalmologi. Jakarta: UI Publishing; 2020
dr. Hani Faradis, Sp.M. 2021. Mata Silinder, Bahaya? Dalam Eye Knowledge – Things That Must be Mastered to Make Your Patient Happy, Surabaya, 17 April.

Incoming search terms:

  • astigmatisme

Salah satu kelainan refraksi adalah astigmatisme atau mata silinder. Apa itu astigmatisme (silinder), penyebab, ciri dan bagaimana cara menyembuhkannya?

Pengertian Astigmatisme

Astigmatisme atau silinder adalah kondisi optik mata, di mana sinar-sinar sejajar tidak dibiaskan pada satu titik fokus tunggal.

Astigmatisme silinder

Lasik Advisor National Lasik Center (NLC) dr. Hani Faradis, Sp.M menjelaskan bahwa silinder adalah suatu kelainan yang dialami pasien sehingga fokusnya tidak jelas, penglihatannya berbayang dan sering pusing. Akibatnya, ia sering memicingkan mata dan terhambat aktifitasnya.

Seseorang bisa mengalami silinder saja, bisa juga mengalami silinder bersama miopia (rabun jauh) dan hipermetropi (rabun dekat).

Penyebab Astigmatisme

Penyebab astigmatisme atau silinder adalah kelengkungan (kurvatura) dan kekuatan refraksi permukaan kornea dan/atau lensa yang berbeda-beda di antara berbagai meridian sehingga terdapat lebih dari satu titik fokus.

Hingga saat ini belum dapat dipastikan apa yang memicu kelainan tersebut. Dugaan kuat, kelainan tersebut terkait dengan faktor keturunan. Sehingga, sering kali astigmatisme terjadi sejak lahir.

Namun, mata silinder ini juga bisa terjadi akibat cedera pada mata, atau karena efek samping operasi mata. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko astigmatisme:

  • Infeksi yang mengakibatkan jaringan parut pada kornea
  • Miopia (rabun jauh) atau rabun dekat (hipermetropi) yang sudah parah
  • Melakukan operasi mata yang menyebabkan adanya perubahan kornea
  • Gangguan mata lainnya, seperti keratoconus (degenerasi kornea) atau penipisan kornea
  • Adanya benjolan pada kelopak mata yang menekan kornea
  • Terlahir prematur atau stunting
  • Mengalami sindrom down

Gejala Astigmatisme

Dr. Hani Faradis, Sp.M menjelaskan, orang yang mengalami astigmatisme (silinder), umumnya mengalami:

  • penglihatan kabur atau sering berbayang
  • sering memicingkan mata ketika melihat jauh maupun dekat
  • mengeluh kesulitan membaca tulisan yang kecil
  • sakit kepala, mata tegang dan lelah setelah membaca atau memakai gadget
  • pada gangguan mata silinder yang ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak terjadi secara signifikan

Jenis-Jenis Astigmatisme

Berdasarkan meridian utama, astigmatisme atau silinder bisa dibedakan menjadi dua. Yakni astigmatisme reguler dan astigmatisme ireguler.

1. Astigmatisme Reguler
Yakni jika meridian utama sistem optik mata memiliki orientasi yang konstan sepanjang pupil dan perbedaan kekuatan refraksi-nya juga konstan.

2. Astigmatisme Ireguler
Yakni jika orientasi meridian utama serta besar astigmatisme di sepanjang bukaan pupil berubah-ubah.

Berdasarkan orientasi dan posisi garis fokusnya, astigmatisme dibedakan menjadi lima jenis:

1. Astigmatisme miop simpleks
Astigmatisme miop simpleks (simple myopic astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus pada retina. Garis lainnya terletak di depan retina.

2. Astigmatisme miop kompositus
Astigmatisme miop kompositus (compund myopic astigmatism) adalah silinder dengan kedua garis fokus terletak di depan retina.

3. Astigmatisme hipermetrop simpleks
Astigmatisme hipermetrop simpleks (simple hypermetropic astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus pada retina. Garis lainnya terletak di belakang retina.

4. Astigmatisme hipermetrop kompositus
Astigmatisme hipermetrop kompositus (compund hypermetropic astigmatism) adalah silinder dengan kedua garis fokus terletak di belakang retina.

5. Astigmatisme mikstus
Astigmatisme mikstus (mixed astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus berada di depan retina dan garis fokus lain berada di belakang retina.

Sedangkan berdasarkan orientasi meridian utamanya, astigmatisme dibedakan menjadi tiga jenis:

1. Astigmatisme with-the-rule
Yaitu astigmatisme yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian vertikal. Silinder jenis ini banyak terjadi pada anak-anak.

2. Astigmatisme against-the-rule
Yaitu astigmatisme yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian horizontal.

3. Astigmatisme oblik
Yaitu astigmatisme yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian di sekitar 45° dan 135°

Manifestasi Klinis

Astigmatisme (silinder) dapat ditegakkan menggunakan:

  • Juring astigmat (astigmatism dial technique)
  • Jackson-cross cyliner
  • Keratometer. Untuk mengukur kelengkungan kornea.
  • Cakram placiso. Untuk memeriksa permukaan kornea dan memperkirakan kelengkungan kornea secara sederhana.
  • Topografi terkomputerisasi. Untuk memberikan gambaran permukaan kornea lebih menyeluruh.

Cara Menyembuhkan Astigmatisme

Ada dua hal sebagai tata laksana astigmatisme. Pertama, untuk sekadar mengoreksi. Kedua, untuk mengoreksi permanen (menyembuhkan).

Untuk koreksi astigmatisme, bisa menggunakan kacamata atau lensa kontak. Koreksi ini menggunakan kacamata silindris (lensa silinder). Pada astigmatisme irreguler, lensa kontak bisa memberikan koreksi yang lebih baik. Ia juga memberikan penglihatan yang lebih tajam dan lebih luas.

Astigmatisme with-the-rule dikoreksi dengan lensa silinder negatif pada aksis sekitar 180°. Sedangkan astigmatisme against-the-rule, koreksinya dengan lensa silinder pada aksis sekitar 90°.

Ada pun untuk mengoreksi secara permanen atau menyembuhkan, perlu tindakan bedah refraktif yaitu operasi Lasik. Ada tiga metode dan semuanya tersedia di National Lasik Center (NLC):

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisasi efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

FEMTO LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif terkini untuk mengatasi kelainan refraksi (rabun jauh/rabun dekat/silinder) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea. []

Referensi:
American Academy of Ophtalmology. Clinical Optics; 2017-2018 Basic and Clinical Science Course. San Fransisco: American Academy of Ophtalmology; 2018
Universitas Indonesia Faculty of Medicine. Buku Ajar Oftalmologi. Jakarta: UI Publishing; 2020
dr. Hani Faradis, Sp.M. 2021. Mata Silinder, Bahaya? Dalam Eye Knowledge – Things That Must be Mastered to Make Your Patient Happy, Surabaya, 17 April.

Incoming search terms:

  • astigmatisme
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?