Berapa Biaya Operasi Lasik? Bisakah Pakai BPJS?

Operasi lasik kini semakin populer di Indonesia. Bayangkan, seseorang bisa bebas dari miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) sehingga tidak perlu lagi memakai kacamata atau lensa kontak. Keren, kan! Nah, berapa biaya operasi lasik? Bisakah pakai BPJS?

Apa Itu Lasik

Kita awali dari apa itu lasik. Lasik adalah singkatan dari Laser In Situ Keratomileusis. Yaitu prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi sehingga bebas dari kacamata dan lensa kontak.

Pada dasarnya, lasik adalah salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC). Namun, masyarakat umum mengenal metode Laser Vision Correction (LVC) dengan sebutan lasik.

Jika dulu kelainan refraksi seperti miopi dan astigmatisme hanya dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, kini lasik menjadi pilihan paling efektif. Sebab banyak kekurangan dalam pemakaian kacamata dan lensa kontak ini.

Kekurangan kacamata antara lain adalah sebagai berikut:

  • Terdapat jarak antara kacamata dengan mata sehingga menimbulkan terjadinya distorsi bayangan.
  • Frame kacamata mengganggu, bisa menutupi sebagian lapang pandang.
  • Berat, tidak nyaman, dan sering kali perlu adjustment (Pembetulan posisi saat kacamata melorot).
  • Tidak nyaman saat berolah raga.
  • Menjadi penghalang dengan dunia, seolah-olah ada yang menutupi.
  • Secara kosmetik kadang mengganggu.

Sedangkan kekurangan lensa kontak antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sebagian orang kesulitan menerapkan lensa kontak untuk mata mereka. Baik saat memasang, melepas, maupun membersihkan.
  • Lensa kontak membatasi jumlah oksigen ke mata sehingga bisa menyebabkan sindrom mata kering.
  • Pemakaian jangka panjang bagi orang yang sering bekerja di depan komputer, bisa berkontribusi terhadap gejala computer vision syndrome.
  • Tidur dengan lensa kontak bisa mengakibatkan mata kering, merah dan terasa mengganjal.
  • Lensa kontak berdampak pada risiko yang lebih besar terkait infeksi dan kerusakan mata.
  • Butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan lensa kontak. Banyak pengguna lensa kontak mengeluhkan rasa tidak nyaman, sakit, dan iritasi selama berminggu-minggu. Bahkana da yang mengalami infeksi.

Lasik, pada sejumlah hal di atas, jelas lebih unggul. Apalagi jika menggunakan prosedur Relex Smile, generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC) dan merupakan prosedur paling nyaman.

Biaya Operasi Lasik

Pertimbangan terbesar dalam operasi lasik umumnya adalah biaya. Sebab ia jauh lebih mahal dibandingkan kacamata atau lensa kontak. Namun jika dibandingkan dengan manfaatnya, biaya operasi lasik ini setara dengan hasil dan kenyamanan yang pasien peroleh. Bebas dari kelainan refraksi sehingga tidak perlu memakai kacamata atau lensa kontak lagi.

Berapa sih biaya operasi lasik? Biaya lasik di Singapura bisa mencapai Rp 50 sampai dengan Rp 60 juta. Belum termasuk biaya transportasi (pesawat), akomodasi (penginapan), dan sebagainya untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan tahap awal, tindakan, hingga recovery.

Untungnya, kini di Indonesia sudah banyak pusat layanan khusus mata yang menawarkan Lasik, bahkan Pusat Laser Vision Correction (LVC) atau pusat Lasik seperti National  Lasik Center (NLC).

Biaya lasik di Jakarta berkisar dari Rp 10 Juta – Rp 25 juta untuk satu mata, hingga puluhan juta untuk kedua mata. Sedangkan di Surabaya, biaya Lasik berkisar Rp 11 Juta – Rp 25 juta untuk 1 mata dan berkisar puluhan juta rupiah untuk kedua mata.

Biaya operasi lasik ini tergantung pada metode Lasik yang dipilih, kualitas pelayanan pusat layanan LVC, kompetensi dokter mata atau lasik surgeon, dan jenis Layanan (Umum atau VIP).

Metode Lasik

Biaya operasi lasik di antaranya tergantung pada metode lasik yang dipilih. National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Laser Vision Correction (LVC) yang berpusat di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik:

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Ia lebih canggih dari PRK dan LASIK. Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisir efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

Femto Lasik (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif untuk mengatasi kelainan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea.

Bisakah Operasi Lasik Pakai BPJS

Lasik bukanlah jenis operasi mata yang esensial atau wajib dilakukan. Sehingga operasi lasik mata dengan BPJS tidak memungkinkan.

BPJS hanya menanggung biaya operasi esensial seperti operasi katarak. Sedangkan untuk penanganan miopia (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder), BPJS bisa menanggung biaya untuk kacamata. Dengan kata lain, untuk saat ini biaya operasi lasik ditanggung oleh pribadi, tidak bisa memakai BPJS. []

Operasi lasik kini semakin populer di Indonesia. Bayangkan, seseorang bisa bebas dari miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) sehingga tidak perlu lagi memakai kacamata atau lensa kontak. Keren, kan! Nah, berapa biaya operasi lasik? Bisakah pakai BPJS?

Apa Itu Lasik

Kita awali dari apa itu lasik. Lasik adalah singkatan dari Laser In Situ Keratomileusis. Yaitu prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi sehingga bebas dari kacamata dan lensa kontak.

Pada dasarnya, lasik adalah salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC). Namun, masyarakat umum mengenal metode Laser Vision Correction (LVC) dengan sebutan lasik.

Jika dulu kelainan refraksi seperti miopi dan astigmatisme hanya dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, kini lasik menjadi pilihan paling efektif. Sebab banyak kekurangan dalam pemakaian kacamata dan lensa kontak ini.

Kekurangan kacamata antara lain adalah sebagai berikut:

  • Terdapat jarak antara kacamata dengan mata sehingga menimbulkan terjadinya distorsi bayangan.
  • Frame kacamata mengganggu, bisa menutupi sebagian lapang pandang.
  • Berat, tidak nyaman, dan sering kali perlu adjustment (Pembetulan posisi saat kacamata melorot).
  • Tidak nyaman saat berolah raga.
  • Menjadi penghalang dengan dunia, seolah-olah ada yang menutupi.
  • Secara kosmetik kadang mengganggu.

Sedangkan kekurangan lensa kontak antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sebagian orang kesulitan menerapkan lensa kontak untuk mata mereka. Baik saat memasang, melepas, maupun membersihkan.
  • Lensa kontak membatasi jumlah oksigen ke mata sehingga bisa menyebabkan sindrom mata kering.
  • Pemakaian jangka panjang bagi orang yang sering bekerja di depan komputer, bisa berkontribusi terhadap gejala computer vision syndrome.
  • Tidur dengan lensa kontak bisa mengakibatkan mata kering, merah dan terasa mengganjal.
  • Lensa kontak berdampak pada risiko yang lebih besar terkait infeksi dan kerusakan mata.
  • Butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan lensa kontak. Banyak pengguna lensa kontak mengeluhkan rasa tidak nyaman, sakit, dan iritasi selama berminggu-minggu. Bahkana da yang mengalami infeksi.

Lasik, pada sejumlah hal di atas, jelas lebih unggul. Apalagi jika menggunakan prosedur Relex Smile, generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC) dan merupakan prosedur paling nyaman.

Biaya Operasi Lasik

Pertimbangan terbesar dalam operasi lasik umumnya adalah biaya. Sebab ia jauh lebih mahal dibandingkan kacamata atau lensa kontak. Namun jika dibandingkan dengan manfaatnya, biaya operasi lasik ini setara dengan hasil dan kenyamanan yang pasien peroleh. Bebas dari kelainan refraksi sehingga tidak perlu memakai kacamata atau lensa kontak lagi.

Berapa sih biaya operasi lasik? Biaya lasik di Singapura bisa mencapai Rp 50 sampai dengan Rp 60 juta. Belum termasuk biaya transportasi (pesawat), akomodasi (penginapan), dan sebagainya untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan tahap awal, tindakan, hingga recovery.

Untungnya, kini di Indonesia sudah banyak pusat layanan khusus mata yang menawarkan Lasik, bahkan Pusat Laser Vision Correction (LVC) atau pusat Lasik seperti National  Lasik Center (NLC).

Biaya lasik di Jakarta berkisar dari Rp 10 Juta – Rp 25 juta untuk satu mata, hingga puluhan juta untuk kedua mata. Sedangkan di Surabaya, biaya Lasik berkisar Rp 11 Juta – Rp 25 juta untuk 1 mata dan berkisar puluhan juta rupiah untuk kedua mata.

Biaya operasi lasik ini tergantung pada metode Lasik yang dipilih, kualitas pelayanan pusat layanan LVC, kompetensi dokter mata atau lasik surgeon, dan jenis Layanan (Umum atau VIP).

Metode Lasik

Biaya operasi lasik di antaranya tergantung pada metode lasik yang dipilih. National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Laser Vision Correction (LVC) yang berpusat di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik:

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Ia lebih canggih dari PRK dan LASIK. Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisir efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

Femto Lasik (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif untuk mengatasi kelainan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea.

Bisakah Operasi Lasik Pakai BPJS

Lasik bukanlah jenis operasi mata yang esensial atau wajib dilakukan. Sehingga operasi lasik mata dengan BPJS tidak memungkinkan.

BPJS hanya menanggung biaya operasi esensial seperti operasi katarak. Sedangkan untuk penanganan miopia (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder), BPJS bisa menanggung biaya untuk kacamata. Dengan kata lain, untuk saat ini biaya operasi lasik ditanggung oleh pribadi, tidak bisa memakai BPJS. []

Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?