Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 16:00 WIB

Ektropion – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Selain entropion, salah satu masalah kelopak mata adalah ektropion. Agak mirip ya istilahnya. Lalu apa itu ektropoin, bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Seperti halnya entropion, ektropion juga mengganggu penampilan. Selain itu, kelainan mata ini juga bisa membahayakan penglihatan.

Prevalensi ektropion terbilang tidak banyak. Secara general adalah sebesar tiga persen di antara usia lanjut di Asia. Sedangkan penelitian dari The Blue Mountains Eye Study terhadap 3.654 orang yang berusia 49-97 tahun menunjukkan bahwa prevalensi ektropion lebih tinggi pada pada pria (5,1%) daripada wanita (3,0%). Kendati demikian, ektropion merupakan kelainan kelopak mata yang paling umum di antara kelainan kelopak lainnya.

Apa Itu Ektropion

Ektropion adalah kelainan pada kelopak di mana kelopak mata mengarah ke luar, sehingga bagian dalam kelopak tampak kelihatan. Jadi, pada kelainan ini, margo palpebra berputar ke arah luar menjauhi bola mata.

Karena kelopak bagian dalam terlihat dan terpapar, ia bisa menyebabkan mata rentan mengalami iritasi, mata kering, dan sobek. Dalam beberapa kasus, ektropion bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.

ektropion

Gejala Ektropion

Karena kelopak mata menjauhi bola mata, dampaknya adalah kekeringan pada mata, iritasi, keluar air mata terus-menerus, berikut runutannya.

Geja ektropion umumnya berupa beberapa keluhan, antara lain:

  • Rasa mengganjal pada mata
  • Mata berair dan merah
  • Iritasi
  • Penglihatan berkurang
  • Terkadang keluar lendir kental
  • Sensitif terhadap cahaya dan angin

Gejala-gejala ini akan semakin parah jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Dampak paling serius, bisa sampai menyebabkan hilangnya penglihatan.

Baca juga: Bagian Mata

Penyebab Ektropion

Setidaknya ada tiga penyebab ektropion sebagai berikut:

Usia Tua (Involusional)

Semakin tua usia seseorang, terjadi kelemahan jaringan penyangga kelopak mata sehingga kelopak berputar ke arah luar menjauhi bola mata. Namun menurut hasil studi, faktor usia tua di Asia paling rendah.

Parese N. Facialis

Yakni disebabkan oleh Bell’palsy, stroke, tumor, atau pasca operasi intrakranial dan fasial.

Tarikan Sikartriks

Sikartriks menarik kelompak mata ke bawah sehingga margo palpebra berputar ke arah luar. Baik karena trauma, dermalitis, maupun karsinoma kulit.

Diagnosa

Seperti penyakit pada umumnya, diagnosa ektropion dapat ditegakkan melalui anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang.

Jika mengalami gejala sebagaimana di atas, segeralah periksa ke dokter mata. Pertama-tama, dokter akan menanyakan terkait keluhan atau gejala. Juga hal-hal terkait lainnya. Inilah anamnesis.

Seiring dengan anamnesis, dokter juga memperhatikan kondisi mata. Lalu lebih seksama memeriksa gejala klinisnya. Bisa berupa epifora, margo palpebra yang berputar ke arah luar menjauhi bola mata, mata merah, dan sebagainya.

Setelah itu, pemeriksaan penunjang akan dokter lakukan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Snap back test
  • Pinch test atau distraction test
  • Lateral distraction test

Selain itu juga uji kelemahan kantus medial dengan melihat perubahan posisi punctum inferior. Apakah hasilnya normal atau abnormal. Normal jika punctum terletak pada plika semilunaris dan tetap di tempatnya meskipun ditarik ke lateral.

Komplikasi

Bila terjadi iritasi berkepanjangan dan mata kering yang berlebihan, ia dapat memicu komplikasi lain. Apalagi jika masalah serius pada kornea dapat menyebabkan konjungtiviti dan infeksi mata disertai nanah. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah:

  • lecet/goresan pada kornea atau permukaan mata
  • ulkus pada kornea atau permukaan mata
  • gangguan penglihatan
  • kebutaan permanen

Baca juga: Cara Menyembuhkan Mata Minus

Cara Mengobati

Cara mengobati ektropion bisa dengan operasi maupun tanpa operasi. Metode pengobatan ini tergantung pada penyebab, tingkat keparahan ektropion yang pasien derita, dan kondisi pasien.

Pengobatan Tanpa Operasi

Pengobatan tanpa operasi hanya untuk jangka pendek guna meredakan gejala terutama untuk mengatasi kekeringan. Penanganan tanpa operasi ini umumnya berupa pemberian obat tetes mata yang bersifat lubrikasi (articifial tears).

Baca juga: Cara Menghilangkan Mata Panda

Operasi Ektropion

Operasi adalah cara menyembuhkan ektropion yang terbukti secara medis. Tindakan operasi yang diambil disesuaikan dengan penyebabnya.

Misalnya untuk ektropion involusional, tujuan operasi adalah mengencangkan jaringan kelopak mata sehingga lebih kuat menyangga kelopak mata. Pada ektropion sikartriks, operasi bertujuan memperpanjang lamella anterior.

Demikian pembahasan mengenai ektropion. Mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga cara mengobati. Jaga terus kesehatan mata dan syukuri nikmat sehat ini. []

Selain entropion, salah satu masalah kelopak mata adalah ektropion. Agak mirip ya istilahnya. Lalu apa itu ektropoin, bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Seperti halnya entropion, ektropion juga mengganggu penampilan. Selain itu, kelainan mata ini juga bisa membahayakan penglihatan.

Prevalensi ektropion terbilang tidak banyak. Secara general adalah sebesar tiga persen di antara usia lanjut di Asia. Sedangkan penelitian dari The Blue Mountains Eye Study terhadap 3.654 orang yang berusia 49-97 tahun menunjukkan bahwa prevalensi ektropion lebih tinggi pada pada pria (5,1%) daripada wanita (3,0%). Kendati demikian, ektropion merupakan kelainan kelopak mata yang paling umum di antara kelainan kelopak lainnya.

Apa Itu Ektropion

Ektropion adalah kelainan pada kelopak di mana kelopak mata mengarah ke luar, sehingga bagian dalam kelopak tampak kelihatan. Jadi, pada kelainan ini, margo palpebra berputar ke arah luar menjauhi bola mata.

Karena kelopak bagian dalam terlihat dan terpapar, ia bisa menyebabkan mata rentan mengalami iritasi, mata kering, dan sobek. Dalam beberapa kasus, ektropion bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.

ektropion

Gejala Ektropion

Karena kelopak mata menjauhi bola mata, dampaknya adalah kekeringan pada mata, iritasi, keluar air mata terus-menerus, berikut runutannya.

Geja ektropion umumnya berupa beberapa keluhan, antara lain:

  • Rasa mengganjal pada mata
  • Mata berair dan merah
  • Iritasi
  • Penglihatan berkurang
  • Terkadang keluar lendir kental
  • Sensitif terhadap cahaya dan angin

Gejala-gejala ini akan semakin parah jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Dampak paling serius, bisa sampai menyebabkan hilangnya penglihatan.

Baca juga: Bagian Mata

Penyebab Ektropion

Setidaknya ada tiga penyebab ektropion sebagai berikut:

Usia Tua (Involusional)

Semakin tua usia seseorang, terjadi kelemahan jaringan penyangga kelopak mata sehingga kelopak berputar ke arah luar menjauhi bola mata. Namun menurut hasil studi, faktor usia tua di Asia paling rendah.

Parese N. Facialis

Yakni disebabkan oleh Bell’palsy, stroke, tumor, atau pasca operasi intrakranial dan fasial.

Tarikan Sikartriks

Sikartriks menarik kelompak mata ke bawah sehingga margo palpebra berputar ke arah luar. Baik karena trauma, dermalitis, maupun karsinoma kulit.

Diagnosa

Seperti penyakit pada umumnya, diagnosa ektropion dapat ditegakkan melalui anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang.

Jika mengalami gejala sebagaimana di atas, segeralah periksa ke dokter mata. Pertama-tama, dokter akan menanyakan terkait keluhan atau gejala. Juga hal-hal terkait lainnya. Inilah anamnesis.

Seiring dengan anamnesis, dokter juga memperhatikan kondisi mata. Lalu lebih seksama memeriksa gejala klinisnya. Bisa berupa epifora, margo palpebra yang berputar ke arah luar menjauhi bola mata, mata merah, dan sebagainya.

Setelah itu, pemeriksaan penunjang akan dokter lakukan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Snap back test
  • Pinch test atau distraction test
  • Lateral distraction test

Selain itu juga uji kelemahan kantus medial dengan melihat perubahan posisi punctum inferior. Apakah hasilnya normal atau abnormal. Normal jika punctum terletak pada plika semilunaris dan tetap di tempatnya meskipun ditarik ke lateral.

Komplikasi

Bila terjadi iritasi berkepanjangan dan mata kering yang berlebihan, ia dapat memicu komplikasi lain. Apalagi jika masalah serius pada kornea dapat menyebabkan konjungtiviti dan infeksi mata disertai nanah. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah:

  • lecet/goresan pada kornea atau permukaan mata
  • ulkus pada kornea atau permukaan mata
  • gangguan penglihatan
  • kebutaan permanen

Baca juga: Cara Menyembuhkan Mata Minus

Cara Mengobati

Cara mengobati ektropion bisa dengan operasi maupun tanpa operasi. Metode pengobatan ini tergantung pada penyebab, tingkat keparahan ektropion yang pasien derita, dan kondisi pasien.

Pengobatan Tanpa Operasi

Pengobatan tanpa operasi hanya untuk jangka pendek guna meredakan gejala terutama untuk mengatasi kekeringan. Penanganan tanpa operasi ini umumnya berupa pemberian obat tetes mata yang bersifat lubrikasi (articifial tears).

Baca juga: Cara Menghilangkan Mata Panda

Operasi Ektropion

Operasi adalah cara menyembuhkan ektropion yang terbukti secara medis. Tindakan operasi yang diambil disesuaikan dengan penyebabnya.

Misalnya untuk ektropion involusional, tujuan operasi adalah mengencangkan jaringan kelopak mata sehingga lebih kuat menyangga kelopak mata. Pada ektropion sikartriks, operasi bertujuan memperpanjang lamella anterior.

Demikian pembahasan mengenai ektropion. Mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga cara mengobati. Jaga terus kesehatan mata dan syukuri nikmat sehat ini. []

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?