Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 16:00 WIB

Kelopak Mata: Fungsi, Masalah dan Kelainan, Hingga Cara Mengatasi

kelopak mata

Tahukah Anda, kelopak mata ternyata tidak sesederhana yang kita lihat. Ia memiliki fungsi yang tidak remeh. Karenanya ketika ada masalah, bagian mata ini juga perlu segera mendapatkan tindak lanjut bagaimana cara mengatasinya.

Kelopak mata adalah lipatan kulit lunak yang menutupi dan melindungi mata. Ia terdiri dari lipatan atas dan bawah. Merupakan bagian kulit tertipis dan otot yang terhubung ke kelopak mata untuk membuka dan menutupnya baik yang bersifat disengaja atau tidak disengaja (berkedip).

Fungsi Kelopak Mata

Selama ini mungkin kita menganggap kelopak mata hanya berfungsi untuk menutup dan melindungi mata. Padahal, ada fungsi utama lain dari kelopak mata yaitu menjaga kelembaban permukaan mata (kornea). Caranya, kelopak mata menyebarkan lapisan air mata secara merata di seluruh permukaan mata.

Ketika kita tidur, bagian mata ini tidak hanya menghalangi cahaya tetapi juga mencegah kornea mengering. Sedangkan alis yang merupakan tambahan untuk kelopak mata berfungsi melindungi mata dari kotoran, debu, serta keringat. Selain itu juga melindungi mata dari benda asing.

Masalah Kelopak Mata

Kelopak mata bisa mengalami beberapa masalah atau kelainan baik yang hanya mengganggu penampilan maupun berpengaruh pada penglihatan. Berikut ini beberapa masalah yang terjadi pada bagian mata ini:

Entropion

Entropion adalah kelainan pada kelopak di mana kelopak mata mengarah ke dalam, sehingga bulu mata dan kulit bergesekan dengan permukaan mata.

Istilah lainnya adalah retraksi kelopak mata. Kelainan kelopak ini terjadi secara bertahap dan tidak menimbulkan gejala apapun pada stadium awal. Seiring berjalannya waktu, pergerakan mata akan menimbulkan rasa sakit. Luka pada kornea pun akan semakin parah.

Ektropion

Ektropion merupakan salah satu jenis kelainan bentuk kelopak yang paling umum. Yaitu kulit kelopak –umumnya kelopak bawah- terlipat keluar sehingga rongga mata tampak seperti menganga.

Kelainan ini disebabkan kulit kelopak yang mengendur sehingga jadi terlipat keluar. Ektoprion membuat bagian dalam kelopak dan mata bawah terbuka, menyebabkan mata rentan mengalami iritasi.

Ptosis

Yaitu kelopak mata bergantung. Umumnya akibat otot levator palpebrae tidak cukup kuat untuk menyangga kelopak mata. Meskipun tidak terasa sakit, ptosis bisa saja menandakan adanya penyakit serius yang dapat menyebabkan kebutaan.

Sering kali ptosis ini terjadi sejak lahir. Disebut dengan ptosis bawaan (kongenital). Operasi mungkin perlu dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kondisi yang lebih serius, seperti mata juling atau mata malas (ambliopia), yang bisa menyebabkan penglihatan memburuk pada masa kanak-kanak.

Namun ptosis juga bisa terjadi saat dewasa ketika saraf yang mengontrol otot levator palpebra mengalami gangguan. Baik karena cedera pada mata, efek samping operasi mata, atau efek samping suntik botox di area sekitar mata.

Kantong Mata

Biasa pula diistilahkan mata panda. Yaitu lingkaran hitam yang muncul di bawah mata akibat kerutan atau kendurnya kulit.

Mata panda bisa muncul seiring bertambahnya usia. Sebabnya, penuaan yang menyebabkan berkurangnya jumlah kolagen di kulit sekitar mata. Kelopak mata pun tampak lebih kendur. Selain itu, penyebab lainnya adalah kurang tidur atau kelelahan.

Blefarospasme

Blefarospasme adalah kelainan pada kelopak mata yang menyebabkan otot pada daerah sekitar mata mengalami kedutan yang tidak normal. Orang yang mengalami belfarospasme akan merasakan gejala mata berkedut secara berlebihan pada situasi tertentu. Misalnya ketika terkena sinar matahari atau membaca buku.

Ada tiga tingkatan blefarospasme. Pertama, kedutan ringan yang normal terjadi pada setiap orang. Kedutan normal ini umumnya terpicu oleh kelelahan tubuh dan stres. Kedua, kedutan yang disertai kejang dan kelopak mata yang tidak dapat terbuka dalam beberapa menit bahkan jam.

Ketiga, tingkatan paling parah dari kedutan. Yakni dibarengi dengan kejang yang sudah menyebar pada lidah, mulut dan wajah. Pada tingkatan kedua dan ketiga ini, jika tidak ditangani sesegera mungkin, bisa menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan fungsional karena kelopak mata tidak dapat dibuka.

Bintitan

Bintitan atau tembel adalah infeksi kelenjar sebaceous. Indikasinya, terdapat benjolan merah yang membuat kelopak mata bengkak dan rasa sakitnya bisa cukup parah. Umumnya bintitan menghilang secara perlahan dalam waktu satu pekan. Namun, terkadang ia memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

Baca juga: Perbedaan Lasik dan Relex Smile

Cara Mengatasi

Kelima masalah kelopak mata di atas tentu membutuhkan tindakan yang berbeda untuk mengatasinya. Sebab, masing-masing memiliki penyebab dan gejala yang berbeda, bahkan istilahnya saja berbeda.

Berikut ini adalah cara mengatasi secara umum dengan pembahasan singkat. Untuk lebih detil, silakan baca artikel khusus yang membahasnya.

Cara Mengatasi Entropion

Pada tahap awal, dokter mengatasi entropion dengan memberikan obat tetes pelumas untuk melindungi bagian kornea mata dari kerusakan. Obat tetes ini juga berfungsi untuk menjaga agar mata tetap lembap dan meredakan iritasi.

Namun, itu saja tidak cukup. Tindakan berikutnya adalah operasi, satu-satunya cara menyembuhkan entropion. Operasi atau prosedur pembedahan ini perlu segera dilakukan sebelum gesekan kelopak dan bulu mata menyebabkan kerusakan pada kornea.

Cara Mengatasi Ektropion

Sebagaimana cara mengatasi entropion, demikian pula cara mengatasi ektropion. Pada tahap awal, obat tetas mata pelumas bisa melindungi kornea dari kerusakan.

Namun, pada tingkatan yang lebih parah, tindakan operasi adalah satu-satunya jalan menyembuhkan ektropion.

Baca juga: Cara Menyembuhkan Mata Minus

Cara Mengatasi Ptosis

Ptosis sebenarnya tidak berbahaya. Namun, ia bisa merupakan tanda penyakit lain yang perlu tindakan segera. Karenanya jika mengalami kelainan kelopak ini, segera periksakan ke dokter.

Pada kasus ptosis kongenital, mungkin perlu operasi sedini mungkin guna mencegah kondisi yang lebih serius. Sedangkan pada orang dewasa, perlu operasi kelopak mata untuk menghilangkan kulit ekstra dan memperkuat otot kelopak mata.

Baik entropion, ektropion, maupun ptosis, operasi untuk menyembuhkannya merupakan operasi okuloplastik. Yakni bedah plastik mata, merupakan layanan sub-spesialisasi opthalmologi yang menangani kelainan kelopak mata, sistem lakrimal, dan orbit (struktur di sekeliling mata).

Cara Mengatasi Kantong Mata

Cara menghilangkan kantong mata yang paling awal adalah menghilangkan penyebabnya. Terutama untuk kantong mata akibat kurang tidur. Caranya tentu saja dengan memperbaiki pola tidur. Usahakan tidur sekitar 7 jam setiap malam. Yang terbaik adalah tidur seawal mungkin agar bisa bangun lebih pagi.

Selain itu, kompres mata dengan air dingin. Cukupi kebutuhan minum air 2 liter per hari dan hindari minuman beralkohol. Bila perlu, gunakan tabir surya dan krim khusus mata. Untuk kiat lebih detil, silakan baca Cara Menghilangkan Mata Panda.

Cara Mengatasi Blefarospasme

Blefarospasme fase awal akibat stres bisa diatasi dengan mengelola pikiran agar tidak depresi atau stres. Pada tingkatan kedua, perlu obat penenang untuk merelaksasi otot kelopak mata yang berkontraksi secara berlebihan. Misalnya clonazepam, lorazepam, atau trihexyphenidyl.

Cara yang lebih serius adalah suntik botox untuk melemahkan otot kelopak mata. Dan jika cara-cara ini belum berhasil, tindakan terakhir adalah operasi. Yakni prosedur untuk mengangkat sebagian atau seluruh otot dan saraf di kelopak mata dan alis yang berfungsi untuk memicingkan mata. Tingkat keberhasilan operasi ini sekitar 80%.

Cara Mengatasi Bintitan

Umumnya, pada kebanyakan kasus, bintitan menghilang secara perlahan dalam waktu satu pekan. Kompres air hangat dengan handuk bisa mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Namun, terkadang ia memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

Demikian fungsi kelopak mata, kelainan terkait dan cara mengatasinya. Sebagai informasi, selain LASIK, saat ini NLC juga memiliki layanan eyesthetic termasuk operasi okuloplastik. []

kelopak mata

Tahukah Anda, kelopak mata ternyata tidak sesederhana yang kita lihat. Ia memiliki fungsi yang tidak remeh. Karenanya ketika ada masalah, bagian mata ini juga perlu segera mendapatkan tindak lanjut bagaimana cara mengatasinya.

Kelopak mata adalah lipatan kulit lunak yang menutupi dan melindungi mata. Ia terdiri dari lipatan atas dan bawah. Merupakan bagian kulit tertipis dan otot yang terhubung ke kelopak mata untuk membuka dan menutupnya baik yang bersifat disengaja atau tidak disengaja (berkedip).

Fungsi Kelopak Mata

Selama ini mungkin kita menganggap kelopak mata hanya berfungsi untuk menutup dan melindungi mata. Padahal, ada fungsi utama lain dari kelopak mata yaitu menjaga kelembaban permukaan mata (kornea). Caranya, kelopak mata menyebarkan lapisan air mata secara merata di seluruh permukaan mata.

Ketika kita tidur, bagian mata ini tidak hanya menghalangi cahaya tetapi juga mencegah kornea mengering. Sedangkan alis yang merupakan tambahan untuk kelopak mata berfungsi melindungi mata dari kotoran, debu, serta keringat. Selain itu juga melindungi mata dari benda asing.

Masalah Kelopak Mata

Kelopak mata bisa mengalami beberapa masalah atau kelainan baik yang hanya mengganggu penampilan maupun berpengaruh pada penglihatan. Berikut ini beberapa masalah yang terjadi pada bagian mata ini:

Entropion

Entropion adalah kelainan pada kelopak di mana kelopak mata mengarah ke dalam, sehingga bulu mata dan kulit bergesekan dengan permukaan mata.

Istilah lainnya adalah retraksi kelopak mata. Kelainan kelopak ini terjadi secara bertahap dan tidak menimbulkan gejala apapun pada stadium awal. Seiring berjalannya waktu, pergerakan mata akan menimbulkan rasa sakit. Luka pada kornea pun akan semakin parah.

Ektropion

Ektropion merupakan salah satu jenis kelainan bentuk kelopak yang paling umum. Yaitu kulit kelopak –umumnya kelopak bawah- terlipat keluar sehingga rongga mata tampak seperti menganga.

Kelainan ini disebabkan kulit kelopak yang mengendur sehingga jadi terlipat keluar. Ektoprion membuat bagian dalam kelopak dan mata bawah terbuka, menyebabkan mata rentan mengalami iritasi.

Ptosis

Yaitu kelopak mata bergantung. Umumnya akibat otot levator palpebrae tidak cukup kuat untuk menyangga kelopak mata. Meskipun tidak terasa sakit, ptosis bisa saja menandakan adanya penyakit serius yang dapat menyebabkan kebutaan.

Sering kali ptosis ini terjadi sejak lahir. Disebut dengan ptosis bawaan (kongenital). Operasi mungkin perlu dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kondisi yang lebih serius, seperti mata juling atau mata malas (ambliopia), yang bisa menyebabkan penglihatan memburuk pada masa kanak-kanak.

Namun ptosis juga bisa terjadi saat dewasa ketika saraf yang mengontrol otot levator palpebra mengalami gangguan. Baik karena cedera pada mata, efek samping operasi mata, atau efek samping suntik botox di area sekitar mata.

Kantong Mata

Biasa pula diistilahkan mata panda. Yaitu lingkaran hitam yang muncul di bawah mata akibat kerutan atau kendurnya kulit.

Mata panda bisa muncul seiring bertambahnya usia. Sebabnya, penuaan yang menyebabkan berkurangnya jumlah kolagen di kulit sekitar mata. Kelopak mata pun tampak lebih kendur. Selain itu, penyebab lainnya adalah kurang tidur atau kelelahan.

Blefarospasme

Blefarospasme adalah kelainan pada kelopak mata yang menyebabkan otot pada daerah sekitar mata mengalami kedutan yang tidak normal. Orang yang mengalami belfarospasme akan merasakan gejala mata berkedut secara berlebihan pada situasi tertentu. Misalnya ketika terkena sinar matahari atau membaca buku.

Ada tiga tingkatan blefarospasme. Pertama, kedutan ringan yang normal terjadi pada setiap orang. Kedutan normal ini umumnya terpicu oleh kelelahan tubuh dan stres. Kedua, kedutan yang disertai kejang dan kelopak mata yang tidak dapat terbuka dalam beberapa menit bahkan jam.

Ketiga, tingkatan paling parah dari kedutan. Yakni dibarengi dengan kejang yang sudah menyebar pada lidah, mulut dan wajah. Pada tingkatan kedua dan ketiga ini, jika tidak ditangani sesegera mungkin, bisa menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan fungsional karena kelopak mata tidak dapat dibuka.

Bintitan

Bintitan atau tembel adalah infeksi kelenjar sebaceous. Indikasinya, terdapat benjolan merah yang membuat kelopak mata bengkak dan rasa sakitnya bisa cukup parah. Umumnya bintitan menghilang secara perlahan dalam waktu satu pekan. Namun, terkadang ia memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

Baca juga: Perbedaan Lasik dan Relex Smile

Cara Mengatasi

Kelima masalah kelopak mata di atas tentu membutuhkan tindakan yang berbeda untuk mengatasinya. Sebab, masing-masing memiliki penyebab dan gejala yang berbeda, bahkan istilahnya saja berbeda.

Berikut ini adalah cara mengatasi secara umum dengan pembahasan singkat. Untuk lebih detil, silakan baca artikel khusus yang membahasnya.

Cara Mengatasi Entropion

Pada tahap awal, dokter mengatasi entropion dengan memberikan obat tetes pelumas untuk melindungi bagian kornea mata dari kerusakan. Obat tetes ini juga berfungsi untuk menjaga agar mata tetap lembap dan meredakan iritasi.

Namun, itu saja tidak cukup. Tindakan berikutnya adalah operasi, satu-satunya cara menyembuhkan entropion. Operasi atau prosedur pembedahan ini perlu segera dilakukan sebelum gesekan kelopak dan bulu mata menyebabkan kerusakan pada kornea.

Cara Mengatasi Ektropion

Sebagaimana cara mengatasi entropion, demikian pula cara mengatasi ektropion. Pada tahap awal, obat tetas mata pelumas bisa melindungi kornea dari kerusakan.

Namun, pada tingkatan yang lebih parah, tindakan operasi adalah satu-satunya jalan menyembuhkan ektropion.

Baca juga: Cara Menyembuhkan Mata Minus

Cara Mengatasi Ptosis

Ptosis sebenarnya tidak berbahaya. Namun, ia bisa merupakan tanda penyakit lain yang perlu tindakan segera. Karenanya jika mengalami kelainan kelopak ini, segera periksakan ke dokter.

Pada kasus ptosis kongenital, mungkin perlu operasi sedini mungkin guna mencegah kondisi yang lebih serius. Sedangkan pada orang dewasa, perlu operasi kelopak mata untuk menghilangkan kulit ekstra dan memperkuat otot kelopak mata.

Baik entropion, ektropion, maupun ptosis, operasi untuk menyembuhkannya merupakan operasi okuloplastik. Yakni bedah plastik mata, merupakan layanan sub-spesialisasi opthalmologi yang menangani kelainan kelopak mata, sistem lakrimal, dan orbit (struktur di sekeliling mata).

Cara Mengatasi Kantong Mata

Cara menghilangkan kantong mata yang paling awal adalah menghilangkan penyebabnya. Terutama untuk kantong mata akibat kurang tidur. Caranya tentu saja dengan memperbaiki pola tidur. Usahakan tidur sekitar 7 jam setiap malam. Yang terbaik adalah tidur seawal mungkin agar bisa bangun lebih pagi.

Selain itu, kompres mata dengan air dingin. Cukupi kebutuhan minum air 2 liter per hari dan hindari minuman beralkohol. Bila perlu, gunakan tabir surya dan krim khusus mata. Untuk kiat lebih detil, silakan baca Cara Menghilangkan Mata Panda.

Cara Mengatasi Blefarospasme

Blefarospasme fase awal akibat stres bisa diatasi dengan mengelola pikiran agar tidak depresi atau stres. Pada tingkatan kedua, perlu obat penenang untuk merelaksasi otot kelopak mata yang berkontraksi secara berlebihan. Misalnya clonazepam, lorazepam, atau trihexyphenidyl.

Cara yang lebih serius adalah suntik botox untuk melemahkan otot kelopak mata. Dan jika cara-cara ini belum berhasil, tindakan terakhir adalah operasi. Yakni prosedur untuk mengangkat sebagian atau seluruh otot dan saraf di kelopak mata dan alis yang berfungsi untuk memicingkan mata. Tingkat keberhasilan operasi ini sekitar 80%.

Cara Mengatasi Bintitan

Umumnya, pada kebanyakan kasus, bintitan menghilang secara perlahan dalam waktu satu pekan. Kompres air hangat dengan handuk bisa mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Namun, terkadang ia memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

Demikian fungsi kelopak mata, kelainan terkait dan cara mengatasinya. Sebagai informasi, selain LASIK, saat ini NLC juga memiliki layanan eyesthetic termasuk operasi okuloplastik. []

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?