Keratitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Keratitis adalah peradangan atau inflamasi pada kornea mata. Baik akibat infeksi oleh mikroorganisme maupun akibat non-infeksi karena proses autoimun. Sering kali tandanya adalah mata merah dan nyeri.

keratitis

Kornea adalah lapisan terluar pada mata berupa selaput bening (jaringan transparan) berbentuk kubah, yang menutupi bagian depan mata. Ketebalan kornea rata-rata sekitar 500 mikron. Ia berfungsi melindungu bola mata dan menjadi tempat masuknya cahaya pertama kali, sebelum cahaya itu bisa masuk ke sel-sel penerima di bagian dalam mata. Kornea berfungsi menangkap cahaya untuk diteruskan pada retina yang berada di belakang mata.

Ketika kornea terluka atau terinfeksi, fungsi tersebut juga akan terganggu. Pada kasus yang berat, keratitis dapat menuebabkan kehilangan bola mata. Karenanya perlu penanganan cepat untuk menyembuhkan keratitis agar tidak menimbulkan kerusakan permanen pada fungsi penglihatan.

Berdasarkan data dari WHO tahun 1995-2011, kebutaan akibat penyakit di kornea merupakan penyebab kebutaan kelima terbanyak di dunia setelah katarak, glaukoma, degradasi makula, dan kelainan refraksi. Di Indonesia, ia juga penyebab kebutaan kelima setelah katarak, glaukoma, kelainan refraksi, dan kelainan retina.

Gejala Keratitis

Gejala paling umum dari keratitis adalah sebagai berikut:

  1. Mata merah dengan penurunan tajam penglihatan berupa buram berkabut.
  2. Rasa nyeri yang hebat
  3. Sensitivitas berlebihan terhadap cahaya (fotofobia)
  4. Kadang-kadang mata berair

Gejala kedua dan ketiga terjadi ketika inflamasi (peradangan) menyerang permukaan kornea. Tingkat keparahan kornea tergantung pada kondisi kornea serta patogenitas organisme penginfeksi.

Jenis Keratitis

Keratitis ada beberapa macam berdasarkan penyebabnya, yaitu:

Infeksi (Infeksius)

  • Keratitis bakteri
  • Keratitis jamur
  • Keratitis viral, terdiri dari keratitis herpes simplex dan keratitis varicella zoster

Non-infeksi (Non-infeksius)

  • Infiltrat dan ulkus marginal
  • Ulkus modern
  • Keratokonjungtivitis fliktenular
  • Keratitis neurotropik
  • Exposure keratitis

Nanti coba kita bahas satu per satu saat menjelaskan penyebab keratitis.

Penyebab Keratitis

Seperti tersebut pada jenis keratitis, penyebabnya bisa infeksi, bisa pula non-infeksi. Berikut penjelasannya:

Penyebab keratitis non-infeksius antara lain:

  • Cedera akibat goresan benda asing pada kornea. Ini penyebab yang paling umum untuk non-infeksius.
  • Pemakaian lensa kontak yang tidak benar
  • Paparan sinar matahari secara berlebihan
  • Sistem imun yang lemah
  • Kekurangan vitamin A
  • Sindrom mata kering

Sedangkan penyebab keratitis infeksius antara lain infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus
  • Virus herpes simpleks dan virus varicella-zoster
  • Jamur Aspergillus, Candida atau Fusarium
  • Parasit Acanthamoeba

Keratitis bisa menyerang siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya, antara lain:

  • Memakai lensa kontak terlalu lama
  • Memakai lensa kontak saat tidur atau berenang
  • Tidak membersihkan lensa kontak dengan baik
  • Pernah mengalamai cedera kornea
  • Menggunakan tetes mata kortikosteroid untuk mengobati penyakit mata
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh, baik karena suatu penyakit atau menjalani pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh

Cara Mengobati Keratitis

Umumnya, keratitis tidak menular –kecuali infeksinya- dan bisa disembuhkan. Pengobatannya tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Keratitis non-infeksi

Keratitis non-infeksi akibat cedera ringan, misalnya tergores lensa kontak, bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu mempercepat penyembuhan atau jika terlihat ada infeksi yang terjadi pada mata, dokter akan meresepkan antibiotik dan obat pereda nyeri.

Pada keratitis akibat fotofobia, dokter mata akan menyarankan pasien menggunakan kacamata  khusus yang bisa mengurangi paparan sinar matahari langsung. Terkadang dokter juga memberikan tetes mata sikloplegik untuk mengurangi fotofobia.

Sedangkan pada keratitis akibat sindrom mata kering, dokter mata akan memberikan air mata buatan dan obat yang dapat meredakan keluhan.

Keratitis infeksi

Pada keratitis bakteri dan jamur, dokter mata akan melakukan eradikasi penyebab infeksi secara agresif dengan obat tetes mata atau oral. Juga pemberian antibiotik menyesuaikan dengan kuman penyebab. Demikian pula pemberian antijamur menyesuaikan dengan jamur penyebab. Demikian pula antivirus menyesuaikan dengan virus penyebabnya.

Sedangkan keratitis akibat infeksi parasit Acanthamoeba terkadang sulit untuk diobati. Bahkan jika sudah parah, pasien memerlukan transplantasi kornea untuk menyembuhkannya.

Cara Mencegah Keratitis

Umumnya, keratitis terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang tidak baik atau tidak bersih. Baik karena lensa kontaknya menggores (penyebab non-infeksi) maupun kotor sehingga menimbulkan infeksi. Karenaya, cara mencegah keratitis di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Tidak memakai lensa kontak saat tidur atau berenang
  • Mencuci tangan hingga bersih dan mengeringkannya sebelum memegang lensa kontak
  • Menggunakan produk pembersih khusus untuk membersihkan lensa kontak
  • Mengganti lensa kontak secara teratur sesuai petunjuk penggunaan
  • Mengganti lensa kontak jika telah rusak
  • Hindari menyentuh mata dan area sekitarnya dengan tangan yang tidak steril

Melihat banyaknya cara pencegahan terkait lensa kontak dan mungkin juga lelah dengan ribetnya, ada cara efektif yang perlu Anda pertimbangkan. Yakni membebaskan diri dari lensa kontak dengan Lasik.

Lasik adalah prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi (miopia, astigmatisme, hipermetropi) sehingga terbebas dari alat bantu penglihatan seperti kacamata dan lensa kontak. Bedah refraktif ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk bisa menyembuhkan mata minus secara permanen. Bebas lensa kontak, tercegah dari keratitis akibat pemakaian lensa kontak. #HappyLasik #TrulyLasik []

Keratitis adalah peradangan atau inflamasi pada kornea mata. Baik akibat infeksi oleh mikroorganisme maupun akibat non-infeksi karena proses autoimun. Sering kali tandanya adalah mata merah dan nyeri.

keratitis

Kornea adalah lapisan terluar pada mata berupa selaput bening (jaringan transparan) berbentuk kubah, yang menutupi bagian depan mata. Ketebalan kornea rata-rata sekitar 500 mikron. Ia berfungsi melindungu bola mata dan menjadi tempat masuknya cahaya pertama kali, sebelum cahaya itu bisa masuk ke sel-sel penerima di bagian dalam mata. Kornea berfungsi menangkap cahaya untuk diteruskan pada retina yang berada di belakang mata.

Ketika kornea terluka atau terinfeksi, fungsi tersebut juga akan terganggu. Pada kasus yang berat, keratitis dapat menuebabkan kehilangan bola mata. Karenanya perlu penanganan cepat untuk menyembuhkan keratitis agar tidak menimbulkan kerusakan permanen pada fungsi penglihatan.

Berdasarkan data dari WHO tahun 1995-2011, kebutaan akibat penyakit di kornea merupakan penyebab kebutaan kelima terbanyak di dunia setelah katarak, glaukoma, degradasi makula, dan kelainan refraksi. Di Indonesia, ia juga penyebab kebutaan kelima setelah katarak, glaukoma, kelainan refraksi, dan kelainan retina.

Gejala Keratitis

Gejala paling umum dari keratitis adalah sebagai berikut:

  1. Mata merah dengan penurunan tajam penglihatan berupa buram berkabut.
  2. Rasa nyeri yang hebat
  3. Sensitivitas berlebihan terhadap cahaya (fotofobia)
  4. Kadang-kadang mata berair

Gejala kedua dan ketiga terjadi ketika inflamasi (peradangan) menyerang permukaan kornea. Tingkat keparahan kornea tergantung pada kondisi kornea serta patogenitas organisme penginfeksi.

Jenis Keratitis

Keratitis ada beberapa macam berdasarkan penyebabnya, yaitu:

Infeksi (Infeksius)

  • Keratitis bakteri
  • Keratitis jamur
  • Keratitis viral, terdiri dari keratitis herpes simplex dan keratitis varicella zoster

Non-infeksi (Non-infeksius)

  • Infiltrat dan ulkus marginal
  • Ulkus modern
  • Keratokonjungtivitis fliktenular
  • Keratitis neurotropik
  • Exposure keratitis

Nanti coba kita bahas satu per satu saat menjelaskan penyebab keratitis.

Penyebab Keratitis

Seperti tersebut pada jenis keratitis, penyebabnya bisa infeksi, bisa pula non-infeksi. Berikut penjelasannya:

Penyebab keratitis non-infeksius antara lain:

  • Cedera akibat goresan benda asing pada kornea. Ini penyebab yang paling umum untuk non-infeksius.
  • Pemakaian lensa kontak yang tidak benar
  • Paparan sinar matahari secara berlebihan
  • Sistem imun yang lemah
  • Kekurangan vitamin A
  • Sindrom mata kering

Sedangkan penyebab keratitis infeksius antara lain infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus
  • Virus herpes simpleks dan virus varicella-zoster
  • Jamur Aspergillus, Candida atau Fusarium
  • Parasit Acanthamoeba

Keratitis bisa menyerang siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya, antara lain:

  • Memakai lensa kontak terlalu lama
  • Memakai lensa kontak saat tidur atau berenang
  • Tidak membersihkan lensa kontak dengan baik
  • Pernah mengalamai cedera kornea
  • Menggunakan tetes mata kortikosteroid untuk mengobati penyakit mata
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh, baik karena suatu penyakit atau menjalani pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh

Cara Mengobati Keratitis

Umumnya, keratitis tidak menular –kecuali infeksinya- dan bisa disembuhkan. Pengobatannya tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Keratitis non-infeksi

Keratitis non-infeksi akibat cedera ringan, misalnya tergores lensa kontak, bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu mempercepat penyembuhan atau jika terlihat ada infeksi yang terjadi pada mata, dokter akan meresepkan antibiotik dan obat pereda nyeri.

Pada keratitis akibat fotofobia, dokter mata akan menyarankan pasien menggunakan kacamata  khusus yang bisa mengurangi paparan sinar matahari langsung. Terkadang dokter juga memberikan tetes mata sikloplegik untuk mengurangi fotofobia.

Sedangkan pada keratitis akibat sindrom mata kering, dokter mata akan memberikan air mata buatan dan obat yang dapat meredakan keluhan.

Keratitis infeksi

Pada keratitis bakteri dan jamur, dokter mata akan melakukan eradikasi penyebab infeksi secara agresif dengan obat tetes mata atau oral. Juga pemberian antibiotik menyesuaikan dengan kuman penyebab. Demikian pula pemberian antijamur menyesuaikan dengan jamur penyebab. Demikian pula antivirus menyesuaikan dengan virus penyebabnya.

Sedangkan keratitis akibat infeksi parasit Acanthamoeba terkadang sulit untuk diobati. Bahkan jika sudah parah, pasien memerlukan transplantasi kornea untuk menyembuhkannya.

Cara Mencegah Keratitis

Umumnya, keratitis terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang tidak baik atau tidak bersih. Baik karena lensa kontaknya menggores (penyebab non-infeksi) maupun kotor sehingga menimbulkan infeksi. Karenaya, cara mencegah keratitis di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Tidak memakai lensa kontak saat tidur atau berenang
  • Mencuci tangan hingga bersih dan mengeringkannya sebelum memegang lensa kontak
  • Menggunakan produk pembersih khusus untuk membersihkan lensa kontak
  • Mengganti lensa kontak secara teratur sesuai petunjuk penggunaan
  • Mengganti lensa kontak jika telah rusak
  • Hindari menyentuh mata dan area sekitarnya dengan tangan yang tidak steril

Melihat banyaknya cara pencegahan terkait lensa kontak dan mungkin juga lelah dengan ribetnya, ada cara efektif yang perlu Anda pertimbangkan. Yakni membebaskan diri dari lensa kontak dengan Lasik.

Lasik adalah prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi (miopia, astigmatisme, hipermetropi) sehingga terbebas dari alat bantu penglihatan seperti kacamata dan lensa kontak. Bedah refraktif ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk bisa menyembuhkan mata minus secara permanen. Bebas lensa kontak, tercegah dari keratitis akibat pemakaian lensa kontak. #HappyLasik #TrulyLasik []

Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?