Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Kornea Tipis, Prosedur LASIK Apa yang Paling Tepat?

Salah satu pertanyaan yang muncul dari calon pasien Lasik adalah tentang kornea tipis. “Saya memiliki kornea yang tipis. Apakah ini berarti saya harus memilih metode PRK daripada Relex SMILE atau LASIK?”

Pertanyaan itu mewakili pertanyaan banyak calon pasien lainnya. Sebab mereka mendengar bahwa salah satu syarat operasi LASIK adalah ketebalan kornea. Benarkah kornea tipis tidak bisa menjalani operasi LASIK dan bisanya hanya PRK?

lasik kornea tipis

Syarat Ketebalan Kornea

Ketebalan kornea memang merupakan salah satu syarat operasi LASIK. Untuk bisa menjalani operasi LASIK, ketebalan kornea pasien minimal 500 mikron.

Sebenarnya, hal itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Sebab, pada umumnya manusia memiliki ketebalan kornea 500-600 mikron. Meskipun ada juga orang-orang yang ketebalan korneanya kurang dari 500 mikron.

Mengapa operasi LASIK mensyaratkan ketebalan kornea minimal 500 mikron? Karena pada prosedur LASIK, kornea tersebut akan dikikis 10-15 mikron setiap kali mengoreksi 1 dioptri (mengurangi minus 1). Pada pasien yang menderita miopia -10 dioptri (minus 10), LASIK membutuhkan pengikisan 100-150 mikron untuk membuatnya normal (tidak minus lagi).

Sedangkan untuk amannya bagian mata ini, ketebalan kornea harus tersisa minimal 250-300 mikron pasca LASIK.

Mengetahui Ketebalan Kornea

Bagaimana kita tahu ketebalan kornea? Tenang. Ketika Anda mendaftarkan diri untuk LASIK (termasuk PRK/LASEK dan Relex SMILE), dokter terlebih dulu akan memastikan apakah Anda memenuhi syarat untuk menjalani operasi laser mata tersebut atau tidak.

Selain anamnesis, juga ada pemeriksaan menyeluruh yang disebut Pre-LASIK. Pre-Lasik adalah pemeriksaan awal bagi pasien Laser Vision Correction (LVC) atau LASIK. Pre-LASIK meliputi:

  • Topografi (Pemetaan Kornea)
  • Pemeriksaan produksi air mata
  • Pengukuran ketebalan kornea
  • Memastikan kondisi kornea
  • Pemeriksaan laboratorium
  • Pemeriksaan mata secara fisik

Kornea Tipis, Solusinya Relex SMILE

Untuk kornea yang tipis, memang Femto LASIK bukan pilihan terbaik. Sebab, prosedur operasi laser mata ini memerlukan pembuatan flap yang ketebalannya sekitar 60-100 mikron.

Metode bedah refraktif mana yang terbaik untuk Anda tergantung pada kebutuhan pribadi Anda dan penyakit yang mungkin ada, semisal sindrom mata kering. Jika LASIK bukan pilihan untuk Anda, PRK/LASEK atau Relex SMILE bisa menjadi alternatif yang memungkinkan. Kedua metode ini digunakan terutama pada pasien dengan kornea tipis atau rabun dekat yang parah.

Relex SMILE dan PRK/LASEK juga direkomendasikan untuk orang yang memiliki risiko tinggi komplikasi flap (misalnya karena praktik pekerjaan tertentu, olahraga kontak atau aktivitas rekreasi dengan aktivitas fisik atau kontak). Dokter mata dapat memberi tahu tentang perawatan mata laser mana yang terbaik untuk Anda.

Sama-sama tanpa flap, proses penyembuhan setelah prosedur PRK/LASEK memakan waktu lebih lama dan mungkin berhubungan dengan ketidaknyamanan sampai penglihatan akhirnya stabil. Ketajaman visual juga membutuhkan waktu lebih lama untuk stabil.

Maka, solusi terbaik untuk pasien dengan kornea tipis adalah Relex SMILE.

Apa Itu Relex Smile

ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah sebuah prosedur bedah refraktif (laser vision correction) pada mata dengan minimal invasive, tidak menggunakan pisau bedah hanya menggunakan laser dan tidak memerlukan pembukaan (pembuatan flap) pada kornea.

Ia merupakan generasi ketiga dari Laser Vision Correction (LVC). Sebelumnya, ada generasi pertama yakni PRK/LASEK dan generasi kedua yakni Femto LASIK.

Berbeda dengan Femto LASIK yang menggunakan dua mesin laser dan diawali dengan pembuatan flap, Relex SMILE tidak memerlukan flap dan hanya menggunakan satu mesin laser. Sehingga, operasinya lebih cepat dan lebih nyaman.

Relex SMILE merupakan teknologi LASIK terbaru dan tercanggih dari Carl Zeiss Meditec, Jerman. Lebih dari 4 juta mata telah menjalani operasi LASIK dengan Relex SMILE dari Zeiss. Dan lebih dari 2.000 surgeon (dokter mata ahli bedah refraksi) di 80 negara menggunakan teknologi ini.

Relex SMILE dapat mengoreksi kelainan refraksi miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) dengan operasi yang nyaman dan tanpa rasa sakit. Prosedur ini lebih cocok pada pasien dengan minus yang tinggi, mata yang lebih kering, pengguna lensa kontak, dan kornea yang lebih tipis.

Hasilnya, tingkat presisi dan akurasi jauh lebih tinggi dibandingkan LASIK pada umumnya. Demikian pula proses recovery-nya jauh lebih cepat.

Demikian cepatnya recovery pasca operasi Relex SMILE, LASIK Advisor National Lasik Center (NLC) dr. Harka Prasetya, SpM(K) mengatakan, “Pagi Anda operasi Relex SMILE, sore Anda bisa berlatih tinju.” []