Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 16:00 WIB

Bolehkah Operasi Lasik Saat Hamil? Ini Syarat dan Penjelasannya

Operasi lasik merupakan metode paling efektif untuk menyembuhkan mata minus (miopia). Setelah mengetahui efektifitas lasik, banyak orang ingin segera menjalani operasi laser mata ini. Namun, bagaimana jika kondisinya sedang hamil? Bolehkah operasi lasik saat hamil?

lasik saat hamil

Sekilas Operasi Lasik

LASIK yang merupakan singkatan dari laser-assisted in situ keratomileusis adalah sebuah prosedur operasi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi sehingga terbebas dari kacamata atau lensa kontak. Dengan Lasik, kornea akan dibentuk kembali sehingga bias cahaya jatuh tepat pada retina. Maka kelainan refraksi baik rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropi), maupun silinder (astigmatisme) bisa terkoreksi.

Baca juga: Apakah Lasik Permanen

Pada dasarnya, Lasik merupakan salah satu metode dalam Laser Vision Correction (LVC). Selain Femto Lasik, ada PRK (Photorefractive Keratectomy) yang merupakan generasi LVC sebelumnya. Sedangkan generasi ketiga adalah Relex SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction). Namun, sebagian besar masyarakat menyebut ketiga metode LVC tersebut dengan sebutan Lasik.

Operasi Lasik memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Operasi Lasik telah diaplikasikan lebih dari 40 juta operasi di seluruh dunia. Tingkat kepuasan juga sangat tinggi. Yaksi mencapai 96 persen tingkat kepuasan penglihatan pasca Lasik dibanding dengan kacamata terbaiknya.

Kekinian, operasi Lasik semakin nyaman. Femto Lasik berlangsung lebih singkat daripada PRK, minim rasa sakit, dan pemulihannya juga cepat. Prosedurnya dengan membuat flap pada kornea dengan teknologi femtosecond laser. Flap itu kemudian dibuka dan dilakukan pengikisan kornea dengan teknologi excimer laser.

Baca juga: Apakah Operasi Lasik Sakit

Operasi lasik dengan metode Relex SMILE lebih nyaman lagi. Durasi operasi sangat singkat. Recovery-nya juga lebih cepat. Begitu cepatnya recovery Relex Smile, direktur Rumah Sakit Nethradama India Dr Sri Ganesh mengataan, “Dengan Lasik, engkau bisa menyampaikan ke pasien bahwa besok mereka bisa main golf. Namun dengan Smile, engkau bisa menyampaikan bahwa besok mereka bisa bermain tinju.”

Bahkan berdasarkan pengalaman lasik advisor National Lasik Center (NLC) dr. Harka Prasetya, SpM(K), Relex Smile saat ini lebih hebat lagi. “Pagi Anda operasi Relex Smile, sore Anda bisa berlatih tinju,” tandasnya.

Operasi Lasik Saat Hamil

Operasi Lasik tidak boleh sembarangan. Tidak asal mata minus lalu bisa Lasik. Setidaknya, ada tujuh syarat operasi Lasik. Mulai dari usia minimal, ketebalan kornea, hingga histori medis.

Lalu bagaimana dengan ibu hamil? Bolehkah operasi Lasik saat hamil? Pada artikel sebelumnya tentang syarat operasi Lasik, tidak ada ketentuan tentang ibu hamil. Karenanya kita bahas di sini.

Perubahan hormonal yang dialami wanita selama dan setelah kehamilan bisa memiliki efek pada mata yang dapat membuat hasil Lasik kurang dapat diprediksi. Perubahan ini juga dapat mempengaruhi penyembuhan mata setelah operasi Lasik.

Selain itu, beberapa obat resep dan non-resep yang biasanya diberikan untuk pasien Lasik dapat menimbulkan risiko bagi bayi yang sedang berkembang.

Misalnya, pada pasien tertentu yang diberi obat penenang oral ringan (seperti valium) saat operasi untuk menghilangkan kecemasan. Atau antibiotik dan tetes mata steroid beberapa kali sehari untuk mencegah infeksi dan mengurangi peradangan pasca Lasik. Obat-obat ini mungkin berisika bagi bayi yang sedang berkembang.

Oleh karena itu, sebagian besar dokter mata ahli bedah refraktif menyarankan ibu hamil untuk menunda operasi LASIK hingga beberapa waktu setelah melahirkan. Bahkan, ada yang menyarankan setelah selesai menyusui bayi mereka.

Pertimbangan lain lasik saat hamil, banyak wanita mengalami mata kering selama kehamilan. Mata kering ini berpotensi semakin tinggi jika menjalani operasi Lasik. Kecuali untuk Relex Smile yang sangat minim risiko mata kering.

Namun demikian, kadang-kadang operasi Lasik saat hamil dapat dipertimbangkan alias diperbolehkan. Umumnya, harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Refraksi stabil. Yakni resep kacamata ibu hami tersebut tidak berubah dalam satu tahun terakhir.
  2. Hasil Pre-Lasik semuanya normal dan ibu hamil tersebut siap untuk operasi Lasik.
  3. Ibu hamil bersedia menjalani Lasik tanpa obat penenang.
  4. Pasien memahami bahwa sebagian obat antibiotik terbaik tidak dianjurkan selama kehamilan.
  5. Pasien yang sedang hamil tersebut telah mendapatkan persetujuan dari dokter kandungan.

Demikian lima syarat untuk ibu hamil jika ingin menjalani operasi Lasik. Jika ada yang kurang jelas, bisa segera konsultasi langsung ke National Lasik Center (NLC) atau chat WhatsApp yang ada di website ini. #HappyLasik #Trulylasik []

Operasi lasik merupakan metode paling efektif untuk menyembuhkan mata minus (miopia). Setelah mengetahui efektifitas lasik, banyak orang ingin segera menjalani operasi laser mata ini. Namun, bagaimana jika kondisinya sedang hamil? Bolehkah operasi lasik saat hamil?

lasik saat hamil

Sekilas Operasi Lasik

LASIK yang merupakan singkatan dari laser-assisted in situ keratomileusis adalah sebuah prosedur operasi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi sehingga terbebas dari kacamata atau lensa kontak. Dengan Lasik, kornea akan dibentuk kembali sehingga bias cahaya jatuh tepat pada retina. Maka kelainan refraksi baik rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropi), maupun silinder (astigmatisme) bisa terkoreksi.

Baca juga: Apakah Lasik Permanen

Pada dasarnya, Lasik merupakan salah satu metode dalam Laser Vision Correction (LVC). Selain Femto Lasik, ada PRK (Photorefractive Keratectomy) yang merupakan generasi LVC sebelumnya. Sedangkan generasi ketiga adalah Relex SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction). Namun, sebagian besar masyarakat menyebut ketiga metode LVC tersebut dengan sebutan Lasik.

Operasi Lasik memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Operasi Lasik telah diaplikasikan lebih dari 40 juta operasi di seluruh dunia. Tingkat kepuasan juga sangat tinggi. Yaksi mencapai 96 persen tingkat kepuasan penglihatan pasca Lasik dibanding dengan kacamata terbaiknya.

Kekinian, operasi Lasik semakin nyaman. Femto Lasik berlangsung lebih singkat daripada PRK, minim rasa sakit, dan pemulihannya juga cepat. Prosedurnya dengan membuat flap pada kornea dengan teknologi femtosecond laser. Flap itu kemudian dibuka dan dilakukan pengikisan kornea dengan teknologi excimer laser.

Baca juga: Apakah Operasi Lasik Sakit

Operasi lasik dengan metode Relex SMILE lebih nyaman lagi. Durasi operasi sangat singkat. Recovery-nya juga lebih cepat. Begitu cepatnya recovery Relex Smile, direktur Rumah Sakit Nethradama India Dr Sri Ganesh mengataan, “Dengan Lasik, engkau bisa menyampaikan ke pasien bahwa besok mereka bisa main golf. Namun dengan Smile, engkau bisa menyampaikan bahwa besok mereka bisa bermain tinju.”

Bahkan berdasarkan pengalaman lasik advisor National Lasik Center (NLC) dr. Harka Prasetya, SpM(K), Relex Smile saat ini lebih hebat lagi. “Pagi Anda operasi Relex Smile, sore Anda bisa berlatih tinju,” tandasnya.

Operasi Lasik Saat Hamil

Operasi Lasik tidak boleh sembarangan. Tidak asal mata minus lalu bisa Lasik. Setidaknya, ada tujuh syarat operasi Lasik. Mulai dari usia minimal, ketebalan kornea, hingga histori medis.

Lalu bagaimana dengan ibu hamil? Bolehkah operasi Lasik saat hamil? Pada artikel sebelumnya tentang syarat operasi Lasik, tidak ada ketentuan tentang ibu hamil. Karenanya kita bahas di sini.

Perubahan hormonal yang dialami wanita selama dan setelah kehamilan bisa memiliki efek pada mata yang dapat membuat hasil Lasik kurang dapat diprediksi. Perubahan ini juga dapat mempengaruhi penyembuhan mata setelah operasi Lasik.

Selain itu, beberapa obat resep dan non-resep yang biasanya diberikan untuk pasien Lasik dapat menimbulkan risiko bagi bayi yang sedang berkembang.

Misalnya, pada pasien tertentu yang diberi obat penenang oral ringan (seperti valium) saat operasi untuk menghilangkan kecemasan. Atau antibiotik dan tetes mata steroid beberapa kali sehari untuk mencegah infeksi dan mengurangi peradangan pasca Lasik. Obat-obat ini mungkin berisika bagi bayi yang sedang berkembang.

Oleh karena itu, sebagian besar dokter mata ahli bedah refraktif menyarankan ibu hamil untuk menunda operasi LASIK hingga beberapa waktu setelah melahirkan. Bahkan, ada yang menyarankan setelah selesai menyusui bayi mereka.

Pertimbangan lain lasik saat hamil, banyak wanita mengalami mata kering selama kehamilan. Mata kering ini berpotensi semakin tinggi jika menjalani operasi Lasik. Kecuali untuk Relex Smile yang sangat minim risiko mata kering.

Namun demikian, kadang-kadang operasi Lasik saat hamil dapat dipertimbangkan alias diperbolehkan. Umumnya, harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Refraksi stabil. Yakni resep kacamata ibu hami tersebut tidak berubah dalam satu tahun terakhir.
  2. Hasil Pre-Lasik semuanya normal dan ibu hamil tersebut siap untuk operasi Lasik.
  3. Ibu hamil bersedia menjalani Lasik tanpa obat penenang.
  4. Pasien memahami bahwa sebagian obat antibiotik terbaik tidak dianjurkan selama kehamilan.
  5. Pasien yang sedang hamil tersebut telah mendapatkan persetujuan dari dokter kandungan.

Demikian lima syarat untuk ibu hamil jika ingin menjalani operasi Lasik. Jika ada yang kurang jelas, bisa segera konsultasi langsung ke National Lasik Center (NLC) atau chat WhatsApp yang ada di website ini. #HappyLasik #Trulylasik []

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?