Lensa Kontak vs Lasik: untuk Miopia dan Astigmatisme

Lensa kontak (contact lens) merupakan salah satu solusi menangani kelainan refraksi. Apa itu lensa kontak? Bagaimana perbandingannya dengan kacamata dan lasik (bedah refraktif)?

Apa Itu Lensa Kontak?

Lensa kontak (contact lens) adalah lensa tipis yang dipasang langsung pada permukaan bola mata. Ia disebut kontak karena mengontak bola mata.

Lensa kontak merupakan salah satu dari penatalaksanaan kelainan refraksi selain kacamata dan bedah refraktif (lasik). Baik itu miopia, hipermetropi maupun astigmatisme.

Kelebihan Kacamata Dibanding Lensa Kontak

Saat ini, yang paling banyak digunakan untuk menangani kelainan refraksi adalah kacamata. Ada beberapa kelebihan kacamata dibanding lensa kontak, antara lain:

  • Harga relatif lebih murah
  • Pengunaannya mudah
  • Jarang timbul komplikasi
  • Mudah didapatkan

Kekurangan Kacamata Dibanding Lensa Kontak

Selain memiliki empat keunggulan tersebut, kacamata memiliki sejumlah kelemahan sebagai berikut:

  • Terdapat jarak antara kacamata dengan mata. Hal ini menimbulkan terjadinya distorsi bayangan, terutama pada kelainan refraksi yang tinggi. Baik minus maupun plus tinggi sehingga lensanya menjadi tebal.
  • Frame kacamata mengganggu, bisa menutupi sebagian lapang pandang.
  • Berat, tidak nyaman, dan sering kali perlu adjustment. Yakni jika kacamata melorot, perlu dibetulkan kembali.
  • Tidak nyaman untuk sport (olah raga).
  • Penghalang kita dengan dunia, seolah-olah ada yang menutupi.
  • Secara kosmetik kadang mengganggu.
  • Tidak dapat mengoreksi perbedaan > 3.00 dioptric antara mata kanan dan kiri (kecuali kacamata khusus iseikonik lens).

Kapan Perlu Memakai Lensa Kontak?

Ada beberapa indikasi seseorang perlu memakai lensa kontak, yaitu:

Indikasi Optik

Pada pemakaian ini, lensa kontak berfungsi sebagai pengganti kacamata. Lensa kontak mengoreksi kelainan refraksi, apakah itu sferis, silindris, maupun multifokal.

Indikasi Terapeutik

Pada penggunaan ini, lensa kontak berfungsi sebagai terapi. Biasanya pada kasus pasca bedah refraksi, kasus erosi atau ulkus kornea, bullous keratopathy, dan lain-lain.

Indikasi Prosthetic

Di sini, pemakaian lensa kontak berfungsi untuk membentuk pupil dan menutup jaringan parut pada kornea. Setelah dipasang lensa kontak prosthetic, mata secara kosmetik tampak normal meskipun pasien tetap tidak dapat melihat.

Pada kasus aniridia, di mana tidak ada beberapa iris sehingga pupilnya tidak terbentuk, dapat diberikan lensa prosthetic sehingga terbentuk pupil dan pasien tidak terlalu silau. Penglihatannya pun menjadi lebih baik.

Indikasi Kosmetik

Indikasi ini yang lebih banyak digunakan sekarang. Dengan beragam warna dan bentuk untuk meningkatkan keindahan penampilan. Umumnya dipakai dalam dunia perfilman. Untuk menampilkan mata seperti apa, digunakan lensa kontak kosmetik.

Jenis Lensa Kontak

Menurut materinya, lensa kontak diklasifikasikan menjadi dua; keras dan lunak. Lensa kontak keras terdiri dari hard lens dan RGP. Sedangkan lensa kontak lunak, istilah lainnya adalah soft lens.

Hard Lens

Hard lens merupakan lensa kontak keras konvensional. Saat ini, ia sudah banyak ditinggalkan, di antaranya karena tidak bisa ditembus oksigen.

RGP

RGP atau Rigid Gas Permeable adalah lensa kontak kaku yang terbuat dari plastik tahan lama yang memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen.

Ia terbuat dari polimer PMMA yang mengandung karet atau silikon. Sifatnya transparan, keras (rigid), inert (tidak menimbulkan reaksi jika dipasang), stabil, hidrofobik, kandungan air kurang, dan diameternya lebih kecil dari kornea.

Karena rigid, RGP ini cocok untuk kelainan kornea dan astigmatisme yang tinggi. Namun ia tidak cocok untuk keperluan kosmetik karena transparan dan diameternya lebih kecil dari kornea.

Soft Lens

Lensa kontak lunak (soft lens) terbuat dari poli hidroksi etil metakrilat. Ia memiliki sifat transparan, hidrofobik, inert, kandungan air lebih banyak, sangat lunak, bentuk kurang stabil, fleksibel (mengikuti bola mata), dan diameternya lebih besar dari kornea.

Pilih RGP atau Soft Lens?

Ada pertimbangan utama kapan memilih RGP dan soft lens berdasarkan besar astigmatisme:

  • Jika astigmatisme kurang dari 1 D, pilihan lensa pertama adalah Spherical soft lens atau RGP;
  • Jika astigmatisme antara 1 D hingga 2 D, pilihan lensa pertama adalah Toric soft contact atau Spherical RGP;
  • Jika astigmatisme antara 2 D hingga 3 D, pilihan lensa pertama adalah Custom soft toric atau Spherical RGP;
  • Jika astigmatisme lebih dari 3 D, pilihan lensa pertama adalah Toric RGP atau Custom soft toric.

Bebas Kacamata dan Lensa Kontak dengan Lasik

Kacamata dan lensa kontak sebenarnya tidak bisa menyembuhkan kelainan refraksi. Keduanya hanya membantu memfokuskan kembali bayangan yang masuk agar bisa tepat jatuh ke dalam retina sehingga penglihatan menjadi jelas.

Bagaimana mengobati kelainan refraksi baik miopia, hipermetropi maupun astigmatisme sehingga bebas dari kacamata dan lensa kontak? Jawabannya adalah Lasik.

Apa itu Lasik? Lasik adalah singkatan dari Laser In Situ Keratomileusis. Yakni prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi sehingga bebas dari kacamata dan contact lens.

Pada dasarnya, Lasik adalah salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC). Namun, sebagian besar masyarakat mengenal metode Laser Vision Correction (LVC) dengan sebutan Lasik.

Lasik di NLC

National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Laser Vision Correction (LVC) yang berpusat di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik:

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Ia lebih canggih dari PRK dan LASIK. Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisir efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

FEMTO LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif untuk mengatasi kelainan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea.

Baca juga: Perbedaan Relex Smile, Femto Lasik dan PRK

Semoga pembaca terbebas dari kelainan refraksi ini tanpa kacamata maupun lensa kontak. #HappyLasik #TrulyLasik []

*dr. Ria Sandy Deneska, Sp.M
Lasik Advisor National Lasik Center (NLC)

Lensa kontak (contact lens) merupakan salah satu solusi menangani kelainan refraksi. Apa itu lensa kontak? Bagaimana perbandingannya dengan kacamata dan lasik (bedah refraktif)?

Apa Itu Lensa Kontak?

Lensa kontak (contact lens) adalah lensa tipis yang dipasang langsung pada permukaan bola mata. Ia disebut kontak karena mengontak bola mata.

Lensa kontak merupakan salah satu dari penatalaksanaan kelainan refraksi selain kacamata dan bedah refraktif (lasik). Baik itu miopia, hipermetropi maupun astigmatisme.

Kelebihan Kacamata Dibanding Lensa Kontak

Saat ini, yang paling banyak digunakan untuk menangani kelainan refraksi adalah kacamata. Ada beberapa kelebihan kacamata dibanding lensa kontak, antara lain:

  • Harga relatif lebih murah
  • Pengunaannya mudah
  • Jarang timbul komplikasi
  • Mudah didapatkan

Kekurangan Kacamata Dibanding Lensa Kontak

Selain memiliki empat keunggulan tersebut, kacamata memiliki sejumlah kelemahan sebagai berikut:

  • Terdapat jarak antara kacamata dengan mata. Hal ini menimbulkan terjadinya distorsi bayangan, terutama pada kelainan refraksi yang tinggi. Baik minus maupun plus tinggi sehingga lensanya menjadi tebal.
  • Frame kacamata mengganggu, bisa menutupi sebagian lapang pandang.
  • Berat, tidak nyaman, dan sering kali perlu adjustment. Yakni jika kacamata melorot, perlu dibetulkan kembali.
  • Tidak nyaman untuk sport (olah raga).
  • Penghalang kita dengan dunia, seolah-olah ada yang menutupi.
  • Secara kosmetik kadang mengganggu.
  • Tidak dapat mengoreksi perbedaan > 3.00 dioptric antara mata kanan dan kiri (kecuali kacamata khusus iseikonik lens).

Kapan Perlu Memakai Lensa Kontak?

Ada beberapa indikasi seseorang perlu memakai lensa kontak, yaitu:

Indikasi Optik

Pada pemakaian ini, lensa kontak berfungsi sebagai pengganti kacamata. Lensa kontak mengoreksi kelainan refraksi, apakah itu sferis, silindris, maupun multifokal.

Indikasi Terapeutik

Pada penggunaan ini, lensa kontak berfungsi sebagai terapi. Biasanya pada kasus pasca bedah refraksi, kasus erosi atau ulkus kornea, bullous keratopathy, dan lain-lain.

Indikasi Prosthetic

Di sini, pemakaian lensa kontak berfungsi untuk membentuk pupil dan menutup jaringan parut pada kornea. Setelah dipasang lensa kontak prosthetic, mata secara kosmetik tampak normal meskipun pasien tetap tidak dapat melihat.

Pada kasus aniridia, di mana tidak ada beberapa iris sehingga pupilnya tidak terbentuk, dapat diberikan lensa prosthetic sehingga terbentuk pupil dan pasien tidak terlalu silau. Penglihatannya pun menjadi lebih baik.

Indikasi Kosmetik

Indikasi ini yang lebih banyak digunakan sekarang. Dengan beragam warna dan bentuk untuk meningkatkan keindahan penampilan. Umumnya dipakai dalam dunia perfilman. Untuk menampilkan mata seperti apa, digunakan lensa kontak kosmetik.

Jenis Lensa Kontak

Menurut materinya, lensa kontak diklasifikasikan menjadi dua; keras dan lunak. Lensa kontak keras terdiri dari hard lens dan RGP. Sedangkan lensa kontak lunak, istilah lainnya adalah soft lens.

Hard Lens

Hard lens merupakan lensa kontak keras konvensional. Saat ini, ia sudah banyak ditinggalkan, di antaranya karena tidak bisa ditembus oksigen.

RGP

RGP atau Rigid Gas Permeable adalah lensa kontak kaku yang terbuat dari plastik tahan lama yang memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen.

Ia terbuat dari polimer PMMA yang mengandung karet atau silikon. Sifatnya transparan, keras (rigid), inert (tidak menimbulkan reaksi jika dipasang), stabil, hidrofobik, kandungan air kurang, dan diameternya lebih kecil dari kornea.

Karena rigid, RGP ini cocok untuk kelainan kornea dan astigmatisme yang tinggi. Namun ia tidak cocok untuk keperluan kosmetik karena transparan dan diameternya lebih kecil dari kornea.

Soft Lens

Lensa kontak lunak (soft lens) terbuat dari poli hidroksi etil metakrilat. Ia memiliki sifat transparan, hidrofobik, inert, kandungan air lebih banyak, sangat lunak, bentuk kurang stabil, fleksibel (mengikuti bola mata), dan diameternya lebih besar dari kornea.

Pilih RGP atau Soft Lens?

Ada pertimbangan utama kapan memilih RGP dan soft lens berdasarkan besar astigmatisme:

  • Jika astigmatisme kurang dari 1 D, pilihan lensa pertama adalah Spherical soft lens atau RGP;
  • Jika astigmatisme antara 1 D hingga 2 D, pilihan lensa pertama adalah Toric soft contact atau Spherical RGP;
  • Jika astigmatisme antara 2 D hingga 3 D, pilihan lensa pertama adalah Custom soft toric atau Spherical RGP;
  • Jika astigmatisme lebih dari 3 D, pilihan lensa pertama adalah Toric RGP atau Custom soft toric.

Bebas Kacamata dan Lensa Kontak dengan Lasik

Kacamata dan lensa kontak sebenarnya tidak bisa menyembuhkan kelainan refraksi. Keduanya hanya membantu memfokuskan kembali bayangan yang masuk agar bisa tepat jatuh ke dalam retina sehingga penglihatan menjadi jelas.

Bagaimana mengobati kelainan refraksi baik miopia, hipermetropi maupun astigmatisme sehingga bebas dari kacamata dan lensa kontak? Jawabannya adalah Lasik.

Apa itu Lasik? Lasik adalah singkatan dari Laser In Situ Keratomileusis. Yakni prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi sehingga bebas dari kacamata dan contact lens.

Pada dasarnya, Lasik adalah salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC). Namun, sebagian besar masyarakat mengenal metode Laser Vision Correction (LVC) dengan sebutan Lasik.

Lasik di NLC

National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Laser Vision Correction (LVC) yang berpusat di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik:

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Ia lebih canggih dari PRK dan LASIK. Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisir efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

FEMTO LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif untuk mengatasi kelainan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea.

Baca juga: Perbedaan Relex Smile, Femto Lasik dan PRK

Semoga pembaca terbebas dari kelainan refraksi ini tanpa kacamata maupun lensa kontak. #HappyLasik #TrulyLasik []

*dr. Ria Sandy Deneska, Sp.M
Lasik Advisor National Lasik Center (NLC)

Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?