Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Lensa Mata: Anatomi, Fungsi, dan Daya Akomodasi

lensa mata

Salah satu bagian mata adalah lensa mata. Bagaimana anatominya, apa saja fungsi lensa, dan apa yang dimaksud dengan daya akomodasi lensa? Berikut ini penjelasannya.

Apa Itu Lensa Mata

Lensa mata (kristalin) adalah bagian mata yang lunak dan transparan, terletak di belakang pupil dalam bilik mata belakang.

Ia berbatasan dengan dengan humor akuous di anterior dan berbatasan dengan corpus vitreus di posterior. Lensa ini tergantung pada zonula zinnii yang merupakan serat kuat yang menyokong dan melekat erat pada korpus siliaris.

Lensa bergantung pada humor aquous untuk keperluan metabolisme karena bersifat avaskuler dan noninnervasi setelah perkembangan fetal. Pada saat nonakomodasi, lensa memiliki kekuatan refraksi 15 – 20 diopters (D). Artinya lensa menyumbangkan 1/3 dari sekitar 60 D kekuatan refraksi total mata manusia.

Ruangan di antara lensa dan kornea berisi aqueous humor, cairan encer yang jernih. Sedangkan bagian bola mata berisi vitreous humor, cairan kental dan transparan yang membuat bola mata menjadi kukuh.

Jumlah cairan tersebut harus ideal dan proporsional. Terlalu banyak cairan dalam mata bisa menyebabkan timbulnya glaukoma. Penyakit yang berisiko kebutaan jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Anatomi Lensa Mata

Lensa berbentuk bikonveks, transparans, avaskuler, dan noninnervasi. Permukaan posterior lensa lebih cembung dari permukaan anterior. Titik pusat pada permukaan anterior dan posterior disebut sebagai polus. Maka ada polus anterior dan polus posterior.

Ada tiga istilah garis pada lensa mata. Pertama, aksis. Yaitu garis khayal yang menghubungkan antara polus anterior dan polus posterior. Kedua, meridian. Yaitu garis-garis yang melewati tengah permukaan lensa baik pada permukaan anterior maupun permukaan posterior. Ketiga, ekuator. Yaitu garis yang mengelilingi lensa dan tegak lurus terhadap aksis.

Lensa terdiri dari lima bagian yaitu kapsul lensa, epitel lensa, korteks lensa, nukleus lensa, dan zonula zinnii.

anatomi lensa mata

Kapsul Lensa

Kapsul lensa adalah membran yang membungkus seluruh lensa. Ia bersifat transparan, halus, dan sangat elastis. Bentuknya bisa menjadi lebih bulat ketika tidak dipengaruhi tegangan dari zonula zinnii.

Ketebalan kapsul ini berkisar 2-28 mikrometer. Bagian paling tebal terdapat pada permukaan anterior dan posterior dekat equator, dan yang paling tipis pada polus posterior.

Kapsul lensa berfungsi memberi bentuk pada lensa sebagai respon terhadap tarikan serat zonuler selama akomodasi. Ia juga memiliki fungsi sebagai membrane semipermeabel yang memungkinkan molekul kecil dapat melewatinya tetapi menahan partikel besar sehingga tidak bisa melewatinya.

Baca juga: Papiledema

Epitel Lensa

Epitel lensa terletak di bagian anterior lensa sampai ekuator. Tepatnya antara kapsul lensa dan serat lensa. Namun, tidak terdapat pada kapsul posterior. Epitel lensa terdiri dari satu lapis sel epitel dengan apical sel menghadap ke dalam lensa dan bagian basal sel berbatasan dengan kapsul lensa.

Epitel lensa memiliki fungsi dalam proses metabolisme aktif. Ia melakukan semua aktivitas sel normal, termasuk biosintesa DNA, RNA, protein, dan lipid. Juga menghasilkan ATP untuk memenuhi kebutuhan energi lensa mata.

Nukleus dan Korteks Lensa

Nukleus adalah serat lensa yang terbentuk paling awal dan terletak di sentral. Nukleus lensa terdiri dari nukleus embrional, fetal, infantil, dan dewasa. Pembagian ini berdasarkan usia dan serat-serat yang membentuknya.

Sedangkan korteks adalah serat lensa yang terbentuk pada tahap berikutnya dan terletak dilapisan luar.

Keduanya (nukleus dan korteks) terbentuk dari lamellae konsentris yang panjang dengan masing-masing sebuah inti gepeng.

Baca juga: Afakia

Zonula Zinnii

Zonula zinnii tersusun dari banyak fibril dari permukaan lamina basal epitel non pigmen pars plana dan pars plikata korpus siliaris yang menyisip ke dalam ekuator lensa. Fungsinya untuk menahan lensa di tempatnya.

Fungsi Lensa Mata

Fungsi lensa adalah untuk membiaskan cahaya, memelihara kejernihannya, dan untuk proses akomodasi.

Pada fungsi pembiasan cahaya, lensa mata memfokuskan cahaya yang masuk ke mata agar sampai ke makula. Daya akomodasi lensa sangat membantu menyesuaikan dengan besar kecilnya cahaya saat mata memandang objek tertentu.

Ketika lensa mata keruh, pandangan menjadi tidak jelas, kabur, atau buram. Kekeruhan pada lensa inilah yang dikenal sebagai katarak. Saat ini, satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan mengganti lensa melalui prosedur operasi katarak.

Tanya Jawab

Warna lensa mata

Warna lensa mata yang normal adalah jernih atau transparan.

Warna lensa mata yang bagus

Warna lensa mata yang bagus adalah jernih atau transparan.

Bagian mata yang berfungsi menerima bayangan yang dibentuk lensa adalah

Lensa mata membentuk bayangan yang selanjunya diterima dan ditangkap retina lalu diubah menjadi sinyal syaraf.

Bayangan yang dibentuk lensa mata bersifat

Lensa mata merupakan jenis lensa cembung (konveks). Bayangan yang dibentuk lensa mata bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.

Daya yang membuat lensa mata dapat dicembungkan dan dipipihkan adalah

Daya akomodasi adalah kemampuan mata untuk mengubah kekuatan refraksinya dengan mengubah ketajaman lensa kristalin. Daya akomidasi ini membuat lensa mata dapat dicembungkan dan dipipihkan.

Pada saat berakomodasi maksimum lensa mata dalam keadaan paling

Akomodasi maksimum adalah keadaan lensa mata saat melihat benda dengan jarak yang dekat. Pada saat berakomodasi maksimum, lensa mata dalam keadaan menebal hingga mecapai keadaan paling tebal.

Penyakit pada mata tua di mana lensa mata mengalami kekeruhan disebut

Penyakit pada mata tua di mana lensa mata mengalami kekeruhan disebut katarak.