Menghitung Manfaat Operasi Lasik dalam Rupiah

manfaat operasi lasik

Salah satu alasan mengapa seseorang masih berpikir untuk operasi lasik adalah biaya. Umumnya ini menjadi alasan kedua terbanyak di samping alasan takut apakah operasi lasik itu sakit.

Mengenai apakah operasi lasik sakit, ini sudah kita bahas sebelumnya. Operasi lasik jauh lebih ringan dibandingkan dengan operasi lainnya. Beberapa menit menjelang tindakan operasi lasik, diberikan anestesi lokal berupa tetes mata. Sehingga operasi lasik tidak terasa sakit. Demikian pula pasca operasi, apalagi jika memilih Relex Smile.

Begitu cepatnya recovery Relex Smile, direktur Rumah Sakit Nethradama India Dr Sri Ganesh mengataan, “Dengan Lasik, engkau bisa menyampaikan ke pasien bahwa besok mereka bisa main golf. Namun dengan Smile, engkau bisa menyampaikan bahwa besok mereka bisa bermain tinju.”

Lebih spektakuler lagi, lasik advisor National Lasik Center (NLC) dr. Harka Prasetya, SpM(K) mengatakan, “Pagi Anda operasi Relex Smile, sore Anda bisa berlatih tinju.”

Berapa Biaya Operasi Lasik

Biaya operasi Lasik di Singapura bisa mencapai Rp 50 sampai dengan Rp 60 juta. Nominal itu belum termasuk biaya transportasi, akomodasi, dan sebagainya untuk mendukung kelancaran proses pre Lasik, tindakan operasi, hingga recovery.

Untungnya, kini di Indonesia sudah banyak pusat layanan khusus mata yang menawarkan Lasik, bahkan sudah ada Pusat Laser Vision Correction (LVC) seperti National  Lasik Center (NLC).

Biaya operasi Lasik di Jakarta berkisar dari Rp 10 Juta – Rp 25 juta untuk satu mata, hingga puluhan juta untuk kedua mata. Sedangkan di Surabaya, biaya operasi Lasik berkisar Rp 11 Juta – Rp 25 juta untuk 1 mata dan berkisar puluhan juta rupiah untuk kedua mata.

Biaya operasi lasik ini tergantung pada metode Lasik yang dipilih, kualitas pelayanan pusat layanan LVC, kompetensi dokter mata atau lasik surgeon, dan jenis Layanan (Umum atau VIP).

Manfaat Operasi Lasik dalam Rupiah

Untuk memudahkan perhitungan, kita bulatkan biaya operasi Lasik menjadi Rp 38 juta untuk dua mata dengan prosedur Relex Smile. Kalau hanya dilihat angka ini, mungkin kita merasa mahal. Namun jika kita bandingkan dengan hasilnya, baru akan tampak apakah biaya ini sepadan dengan manfaatnya.

Hasil operasi Lasik adalah penglihatan yang jelas tanpa rabun jauh (miopia) sehingga terbebas dari kacamata. Bahkan banyak pasien setelah operasi Lasik mendapatkan penglihatan yang lebih jelas dibandingkan dengan saat memakai kacamata.

Penglihatan yang jelas ini akan berpengaruh positif terhadap kualitas hidup seseorang. Mulai dari peningkatan kinerjanya dalam sebuah profesi hingga kenyamanan dan life style.

Berapa rupiah nilai manfaat operasi lasik ini? Untungnya, Tommy Triatmaja menemukan perhitungan konsekuensi gangguan penglihatan ini melalui penelitian observasional yang ia lakukan. Ia berhasil merupiahkan perbedaan antara mata normal, mata dengan gangguan, kebutaan, dan NLP.

Singkatnya, produk domestik bruto (PDB) seseorang dengan gangguan mata berat hanya mencapai 65 persen dibandingkan jika ia memiliki mata normal. Dengan PDB per kapita USD 4.285 (Rp 60 juta) per tahun untuk mata normal, seseorang dengan gangguan mata seperti itu hanya bisa mencapai PDB per kapita USD 2.785 (Rp 39 juta) per tahun. Jadi selisihnya sekitar Rp 21 juta per tahun.

menghitung manfaat operasi lasik

Taruhlah seseorang menjalani operasi Lasik pada usia 30 tahun dan ia pensiun usia 60 tahun. Artinya ia menjalani 30 tahun usia produktif dengan penglihatan yang lebih baik. Dikalikan Rp 21 juta per tahun, maka ia lebih produktif Rp 630 juta. Sebuah angka yang fantastis dibandingkan biaya operasi Lasik yang besarnya Rp 38 juta. Dengan kata lain, operasi Lasik secara rupiah memberikan keuntungan Rp 592 juta sepanjang usia produktifnya.

Jika menjalani operasi Lasik lima tahun lebih awal, yakni pada usia 25 tahun dan pensiun pada usia 60 tahun. Artinya ia menjalani 35 tahun usia produktif dengan penglihatan yang lebih baik. Maka, ia lebih produktif Rp 740 juta. Dengan kata lain, operasi Lasik secara rupiah memberikan keuntungan Rp 702 juta sepanjang usia produktifnya.

Angka nominal ini belum termasuk perhitungan manfaat pada sisa usia pasca pensiun. Belum lagi jika kenyamanan dan gaya hidup (life style) juga dirupiahkan. Manfaat operasi Lasik dalam rupiah menjadi jauh lebih besar lagi. Jadi, tunggu apa lagi? #HappyLasik #TrulyLasik []

manfaat operasi lasik

Salah satu alasan mengapa seseorang masih berpikir untuk operasi lasik adalah biaya. Umumnya ini menjadi alasan kedua terbanyak di samping alasan takut apakah operasi lasik itu sakit.

Mengenai apakah operasi lasik sakit, ini sudah kita bahas sebelumnya. Operasi lasik jauh lebih ringan dibandingkan dengan operasi lainnya. Beberapa menit menjelang tindakan operasi lasik, diberikan anestesi lokal berupa tetes mata. Sehingga operasi lasik tidak terasa sakit. Demikian pula pasca operasi, apalagi jika memilih Relex Smile.

Begitu cepatnya recovery Relex Smile, direktur Rumah Sakit Nethradama India Dr Sri Ganesh mengataan, “Dengan Lasik, engkau bisa menyampaikan ke pasien bahwa besok mereka bisa main golf. Namun dengan Smile, engkau bisa menyampaikan bahwa besok mereka bisa bermain tinju.”

Lebih spektakuler lagi, lasik advisor National Lasik Center (NLC) dr. Harka Prasetya, SpM(K) mengatakan, “Pagi Anda operasi Relex Smile, sore Anda bisa berlatih tinju.”

Berapa Biaya Operasi Lasik

Biaya operasi Lasik di Singapura bisa mencapai Rp 50 sampai dengan Rp 60 juta. Nominal itu belum termasuk biaya transportasi, akomodasi, dan sebagainya untuk mendukung kelancaran proses pre Lasik, tindakan operasi, hingga recovery.

Untungnya, kini di Indonesia sudah banyak pusat layanan khusus mata yang menawarkan Lasik, bahkan sudah ada Pusat Laser Vision Correction (LVC) seperti National  Lasik Center (NLC).

Biaya operasi Lasik di Jakarta berkisar dari Rp 10 Juta – Rp 25 juta untuk satu mata, hingga puluhan juta untuk kedua mata. Sedangkan di Surabaya, biaya operasi Lasik berkisar Rp 11 Juta – Rp 25 juta untuk 1 mata dan berkisar puluhan juta rupiah untuk kedua mata.

Biaya operasi lasik ini tergantung pada metode Lasik yang dipilih, kualitas pelayanan pusat layanan LVC, kompetensi dokter mata atau lasik surgeon, dan jenis Layanan (Umum atau VIP).

Manfaat Operasi Lasik dalam Rupiah

Untuk memudahkan perhitungan, kita bulatkan biaya operasi Lasik menjadi Rp 38 juta untuk dua mata dengan prosedur Relex Smile. Kalau hanya dilihat angka ini, mungkin kita merasa mahal. Namun jika kita bandingkan dengan hasilnya, baru akan tampak apakah biaya ini sepadan dengan manfaatnya.

Hasil operasi Lasik adalah penglihatan yang jelas tanpa rabun jauh (miopia) sehingga terbebas dari kacamata. Bahkan banyak pasien setelah operasi Lasik mendapatkan penglihatan yang lebih jelas dibandingkan dengan saat memakai kacamata.

Penglihatan yang jelas ini akan berpengaruh positif terhadap kualitas hidup seseorang. Mulai dari peningkatan kinerjanya dalam sebuah profesi hingga kenyamanan dan life style.

Berapa rupiah nilai manfaat operasi lasik ini? Untungnya, Tommy Triatmaja menemukan perhitungan konsekuensi gangguan penglihatan ini melalui penelitian observasional yang ia lakukan. Ia berhasil merupiahkan perbedaan antara mata normal, mata dengan gangguan, kebutaan, dan NLP.

Singkatnya, produk domestik bruto (PDB) seseorang dengan gangguan mata berat hanya mencapai 65 persen dibandingkan jika ia memiliki mata normal. Dengan PDB per kapita USD 4.285 (Rp 60 juta) per tahun untuk mata normal, seseorang dengan gangguan mata seperti itu hanya bisa mencapai PDB per kapita USD 2.785 (Rp 39 juta) per tahun. Jadi selisihnya sekitar Rp 21 juta per tahun.

menghitung manfaat operasi lasik

Taruhlah seseorang menjalani operasi Lasik pada usia 30 tahun dan ia pensiun usia 60 tahun. Artinya ia menjalani 30 tahun usia produktif dengan penglihatan yang lebih baik. Dikalikan Rp 21 juta per tahun, maka ia lebih produktif Rp 630 juta. Sebuah angka yang fantastis dibandingkan biaya operasi Lasik yang besarnya Rp 38 juta. Dengan kata lain, operasi Lasik secara rupiah memberikan keuntungan Rp 592 juta sepanjang usia produktifnya.

Jika menjalani operasi Lasik lima tahun lebih awal, yakni pada usia 25 tahun dan pensiun pada usia 60 tahun. Artinya ia menjalani 35 tahun usia produktif dengan penglihatan yang lebih baik. Maka, ia lebih produktif Rp 740 juta. Dengan kata lain, operasi Lasik secara rupiah memberikan keuntungan Rp 702 juta sepanjang usia produktifnya.

Angka nominal ini belum termasuk perhitungan manfaat pada sisa usia pasca pensiun. Belum lagi jika kenyamanan dan gaya hidup (life style) juga dirupiahkan. Manfaat operasi Lasik dalam rupiah menjadi jauh lebih besar lagi. Jadi, tunggu apa lagi? #HappyLasik #TrulyLasik []

Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?