Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Operasi LASIK: Metode, Syarat, Manfaat, Risiko, dan Biaya

Kini, operasi LASIK semakin populer. Seiring meningkatnya jumlah penderita miopia (rabun jauh), semakin banyak orang yang mencari metode efektif mengatasi mata minus. Dan jawabannya adalah LASIK. Apa itu LASIK, bagaimana metode dan manfaatnya? Apakah ada syarat tertentu untuk menjalani operasi ini, berapa biaya dan apa risiko serta efek sampingnya? Mari kita ulas bersama.

Seperti kita ketahui, prevalensi miopia (rabun jauh) semakin banyak. Orang awam menyebutnya mata minus. Termasuk kelainan refraksi dan menjadi gangguan penglihatan utama.

“Menurut data WHO pada 2015, distribusi penyebab kebutaan yang utama adalah katarak. Tetapi justru kelainan refraksi menempati gangguan penglihatan utama. Di mana miopia merupakan kasus yang tertinggi di antara kelainan refraksi lainnya,” kata Direktur National Lasik Center (NLC), dr. Diaz Alamsyah Sudiro, Sp.M.

Dr Diaz menambahkan, kemajuan teknologi digital membuat kasus miopia semakin bertambah. Dengan mudah kita dapati anak-anak SD semakin banyak yang berkacamata. Selain faktor genetis, juga dampak penggunaan gadget yang terlalu lama.

Studi di China pada awal 2021 menunjukkan bahwa selama tahun 2020, anak usia 6-8 tahun ternyata 3 kali lipat lebih rawan terkena miopia dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu lantaran kelekatan dengan gadget yang semakin intens. Masa pandemi yang membuat anak-anak lebih banyak di rumah dan menatap layar gadget akan meningkatkan risiko ini.

Nah, jika dulu miopia hanya bisa dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak –tentunya tidak menyembuhkan permanen- kini ada operasi LASIK sebagai solusi kelainan refraksi.

Apa itu LASIK

LASIK yang merupakan singkatan dari laser-assisted in situ keratomileusis adalah sebuah prosedur operasi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi sehingga terbebas dari kacamata atau lensa kontak. Dengan operasi LASIK, kornea akan dibentuk kembali sehingga bias cahaya jatuh tepat pada retina.

operasi lasik

Sebenarnya, LASIK merupakan salah satu metode dalam Laser Vision Correction (LVC) atau koreksi penglihatan dengan operasi laser. Selain LASIK, ada PRK (Photorefractive Keratectomy) yang merupakan generasi LVC sebelumnya. Juga ada Relex SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) yang lebih mutakhir dan merupakan generasi ketiga. Namun, sebagian besar masyarakat menyebut ketiga metode LVC tersebut dengan istilah LASIK.

Perjalanan panjang LASIK bermula dari penemuan LVC generasi pertama (PRK) pada 1980. Penemu PRK, Dr Steven Trokel, menjalankan prosedur operasi laser pertama pada mata pasien di tahun 1987.

Operasi LASIK pertama di Amerika Serikat pada tahun 1992 menandai lahirnya generasi kedua LVC yang lebih canggih daripada PRK. Meskipun persetujuan dari FDA baru resmi pada tahun 1996. Kemudian lahirlah penemuan terbaru, Relex SMILE pada tahun 2007 sebagai generasi ketiga.

Manfaat LASIK

Seperti penjelasan di atas, operasi LASIK merupakan prosedur untuk mengoreksi kelainan refraksi sehingga terbebas dari kacamata atau lensa kontak. Bedanya dengan kacamata dan lensa kontak, hasil LASIK bersifat permanen. (Baca: Apakah LASIK Permanen)

Jadi, LASIK tidak hanya bisa mengoreksi miopia (rabun jauh), tetapi juga bisa mengoreksi hipermetropi (rabun dekat), dan silinder (astigmatisme). Operasi LASIK akan membentuk kembali kornea agar bias cahaya jatuh tepat pada titik fokus di retina.

Pada mata normal, bias cahaya jatuh pada titik fokus tepat di retina. Sehingga penglihatan jelas dan tidak kabur, baik ketika melihat objek yang jauh maupun objek yang dekat. Ketika bias cahaya jatuh pada titik fokus di depan retina, objek yang jauh akan terlihat kabur. Inilah miopia atau rabun jauh. Masyarakat umum biasa menyebutnya mata minus. Penjelasan lebih lengkap, bisa baca artikel Miopia.

Sebaliknya, ketika bias cahaya jatuh pada titik fokus di belakang retina, objek yang dekat akan terlihat kabur. Inilah hipermetropi atau rabun dekat. Masyarakat umum biasa menyebutnya mata plus. Sedangkan ketika bias cahaya jatuh pada titik fokus lebih dari satu, objek terlihat tidak fokus sehingga garis lurus pun tampak miring. Inilah astigmatisme atau mata silinder.

Nah, dengan operasi LASIK, tiga kelainan refraksi tersebut bisa teratasi. Sehingga, tidak perlu lagi memakai kacamata atau lensa kontak.

Ini artinya, manfaat LASIK adalah meningkatkan kualitas hidup. Antara lain:

  • Terbebas dari kacamata dan lensa kontak (contact lens)
  • Meningkatkan kepercayaan diri
  • Menunjang kebutuhan profesi (militer, pilot, polisi, atlet, dll)
  • Mengurangi alergi akibat penggunakan lensa kontak
  • Memudahkan olah raga dan hobi yang memerlukan ketajaman penglihatan
  • Menghemat biaya dalam jangka panjang

Khusus untuk poin ketiga, perhitungan manfaat LASIK secara rupiah bisa memberikan keuntungan hingga mencapai Rp 702 juta sepanjang usia produktif. (Baca: Menghitung Manfaat Operasi Lasik dalam Rupiah)

Metode Operasi LASIK

Seperti penjelasan di atas, LASIK itu sebenarnya salah satu metode dalam Laser Vision Correction (LVC). Namun karena masyarakat umum menyebut semua metode LVC sebagai LASIK, ia menjadi istilah umum yang kadang maksudnya adalah LVC. Sehingga PRK dan Relex SMILE pun kadang disebut sebagai LASIK.

Berikut ini penjelasan singkat tiga metode tersebut:

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Istilah lainnya adalah Lasek. Yaitu prosedur bedah refraktif dengan ablasi (melepas permukaan kornea/epitel) lalu membentuk kornea dengan laser.

PRK merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Operasi pertama mulai tahun 1987. Hingga saat ini masih digunakan untuk pasien dengan kondisi mata tertentu. Misalnya mata dengan minus tinggi hingga -16 dioptri.

prk

Femto LASIK

Femto LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif yang membentuk flap dengan mesin femtosecond laser, membukanya, kemudian membentuk kornea dengan mesin excimer laser.  

Femto LASIK merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Metode inilah yang merupakan LASIK sesungguhnya. Namun karena masyarakat sudah terbiasa menyebut semua metode LVC sebagai LASIK, maka PRK dan Relex SMILE juga disebut LASIK.

Proses pemulihan Femto LASIK berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca operasi juga lebih ringan.

femto lasik

Relex SMILE

Relex SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit, dan pemulihannya jauh lebih cepat.

Relex SMILE merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm), tanpa flap, sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisasi efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan (recovery) penglihatan jauh lebih cepat.

Begitu cepatnya recovery pasca operasi, LASIK Advisor National Lasik Center (NLC) dr. Harka Prasetya, SpM(K) mengatakan, “Pagi Anda operasi Relex SMILE, sore Anda bisa berlatih tinju.”

relex smile

Baca juga: Perbedaan PRK, LASIK, dan Relex SMILE

Syarat Operasi LASIK

Setelah membaca manfaat dan metodenya, mungkin Anda tidak sabar untuk segera menjalani operasi LASIK agar terbebas dari kacamata. Namun mungkin Anda juga bertanya apakah ada syarat tertentu?

Benar sekali. Sebagaimana setiap prosedur operasi selalu ada syarat tertentu, demikian pula dengan LASIK. Berikut ini adalah lima syarat operasi LASIK:

  1. Berusia 18 tahun ke atas. Sebab umumnya pada usia ini status refraksi sudah stabil. Tidak lagi terjadi pertumbuhan bola mata seperti pada anak-anak atau usia di bawahnya.
  2. Ketebalan kornea di atas 500 mikron. Sebab prosedur operasi LASIK adalah membentuk kembali kornea (mengikisnya) dengan laser. Ketebalan kornea tidak boleh terlalu tipis.
  3. Tingkat kelainan refraksi. Yakni untuk miopia -1.00 hingga -12.00 D. Untuk astigmatisme kurang dari 6.00 D. Dan untuk hipermetropi kurang dari 6.00 D. Miopia yang melebihi -12.00, masih bisa dengan memilih prosedur PRK asalkan tidak melebihi -16.00 D.
  4. Status refraksi sudah stabil. Yakni status refraksi tidak berubah-ubah selama 6-12 bulan terakhir.
  5. Menghentikan pemakaian lensa kontak. Paling lambat 7 hari sebelum operasi. Idealnya, 2—4 minggu sebelumnya.

Bagaimana mengetahui ketebalan kornea? Tenang, pemeriksaannya sangat mudah dengan Pre-Lasik. Pre-Lasik merupakan pemeriksaan awal sebelum menjalani operasi. Pada Pre-Lasik, nanti calon pasien juga mendapatkan pemeriksaan topografi (pemetaan kornea), produksi air mata, dan lain-lain untuk memastikan pasien siap menjalani operasi LASIK.

Risiko dan Efek Samping

Semua tindakan medis pasti ada risikonya, termasuk pada operasi LASIK. Namun faktanya, risiko yang mungkin terjadi pada operasi ini tergolong ringan.

LASIK merupakan salah satu operasi yang paling aman, antara lain karena:

  • Sudah melalui 7.000 lebih penelitian
  • Sudah disetujui oleh FDA
  • Lebih dari 40 juta operasi di seluruh dunia
  • Mesin laser dilengkapi eyetracker sehingga tidak salah tembak
  • 96 persen tingkat kepuasan penglihatan pasca Lasik dibanding kacamata terbaiknya

Penjelasan lengkap, silakan baca Apakah Lasik Aman

Untuk risiko LASIK atau efek samping yang masih terjadi adalah rasa sedikit kering dan sedikit silau pada mata. Efek samping ini akan berkurang dan hilang setelah beberapa pekan, bahkan pada Relex SMILE akan lebih cepat. Selain itu untuk mengurangi efek samping tersebut, dokter mata akan memberikan obat dan tindakan pasca operasi.

Persiapan yang baik, Pre-Lasik, teknologi mutakhir, serta dokter mata LASIK surgeon yang ahli dan berpengalaman akan meminimalisir risiko dan efek samping yang terjadi.

Yang juga perlu kita tahu, operasi LASIK berlangsung cepat dan tidak sakit. Mulai masuk ruang operasi hingga keluar dari ruang itu, hanya butuh waktu sekitar 30 menit. Sedangkan tindakan operasi laser sendiri hanya butuh hitungan detik. (Baca: Apakah Lasik Sakit)

Biaya Operasi LASIK

Syukurlah, saat ini untuk operasi LASIK tidak harus ke luar negeri. Bisa dibayangkan kan betapa mahalnya operasi di luar negeri, misalnya Singapura. Karena selain biaya operasinya yang mahal, harus mengeluarkan biaya transportasi hingga akomodasi.

Nah, sekarang tidak perlu khawatir. Anda bisa operasi LASIK dengan nyaman di National Lasik Center (NLC) yang berpusat di Surabaya. Berapa biaya operasi LASIK di NLC?

Biaya operasi LASIK 2021 di NLC hanya Rp25 juta (dari harga normal Rp28 juta) untuk Femto LASIK dua mata. Sedangkan Relex SMILE, hanya Rp32 juta (dari harga normal Rp38 juta) untuk dua mata. Tentu jika promo ini masih ada.

Karenanya, buruan untuk hidup lebih berkualitas tanpa kacamata dengan LASIK. Dengan pelayanan terbaik, teknologi terbaru, dan dokter mata serta LASIK surgeon ahli dan berpengalaman. #HappyLasik #TrulyLasik []