Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Ortho-K: 6 Keunggulan, Cara Kerja, Efek Samping, Serta Perbedaan dengan Lasik

Ortho-K
Kacamata merupakan metode paling tradisional untuk mengoreksi mata minus

Seiring berkembangnya teknologi, ada beberapa cara untuk mengoreksi mata minus yaitu terapi Ortho-K hingga lasik yang dapat menghilangkan minus secara permanen. Tetapi tindakan lasik tidak untuk semua orang, karena minimal berusia 18 tahun.

Bagi Anda atau anak Anda yang memilki umur dibawah 18 tahun dan memilki keluhan mata minus yang terus bertambah maka bisa menggunakan terapi Ortho-K sebagai salah satu cara memperlambat pertumbuhan mata minus.

Apa itu Orthokeratology / Ortho-K?

Orthokeralogy atau yang biasa disebut Ortho-K merupakan sebuah metode agar seseorang memiliki kelainan refraksi seperti mata minus hingga silinder. Prosedurnya adalah dengan menggunakan lensa kontak rigid gas permeable (lebih awet daripada lensa kontak lunak dan juga lebih mudah memasukkan oksigen) yang telah didesain khusus. Penggunaan Ortho-K ini biasanya dilakukan pada malam hari saat akan tidur sehingga dapat merekonstruksi kornea kelainan refraksi bisa hilang serta dapat sangat bermanfaat bagi anak yang mengalami kenaikan mata minus yang terus bertambah.

Ortho-K ini juga bisa menjadi salah satu alternatif bagi Anda yang ingin bebas dari kacamata, selain menggunakan metode softlens, Lasik, ReLEX SMILE, atau Phakik IOL

Perbedaan lensa kontak vs Ortho-K

Apa perbedaan lensa kontak yang dibeli tanpa dengan lensa khusus ini? Perbedaanya adalah lensa Ortho-K harus didesain khusus oleh dokter mata spesialis mata dengan keahlihan khusus. Nantinya setiap resep yang diberikan oleh dokter mata akan berlaku untuk 1 pasien saja.

Berbeda dengan lensa kontak biasanya yang dapat dibeli secara bebas. Apabila dibandingkan sebenarnya terapi ini serupa tapi tak sama dengan pemasangan behel atau kawat gigi oleh dokter gigi.

Bagaimana cara kerja Ortho-K?

Pada dasarnya antara Ortho-K dan lasik cara kerja hampir sama yaitu dengan merekonstruksi atau membentuk kornea mata sesuai yang diinginkan agar bisa bebas melihat tanpa kacamata. Sementara cara kerja Ortho-K bekerja ketika malam hari saat Anda tidur, sehingga lensa Ortho-K ini dapat melandaikan kornea mata agar ketika bangun pada pagi hari, Anda dapat melihat lebih jelas daripada sebelumnya.

Siapa yang cocok menggunakan metode Ortho-K?

Biasanya dipakai untuk pengobatan kelainan miopi atau rabun jauh atau mata minus. Berikut adalah kriteria yang cocok menggunakan Ortho-K:

  1. Anak-anak dengan kenaikan mata minus yang cepat (progresif) agar menghambat kenaikan mata minusny
  2. Bagi Anda yang takut melakukan operasi lasik (meskipun lasik dapat menghilangkan mata minus secara permanan)
  3. Memiliki usia yang dibawah 18 tahun, karena belum bisa melakukan tindakan Lasik atau ReLEx SMILE
  4. Bagi Anda yang memiliki alergi ketika menggunakan lensa kontak
  5. Cocok bagi Anda yang
  6. Sebagian besar, terapi ortho-k dilakukan untuk mengurangi mata minus pada anak-anak berusia 8-12 tahun, terutama anak yang mengalami mata minus progresif.
  7. Aktif dalam berkegiatan di luar ruangan seperti olahraga, tempat kerja yang berbedu dll

Baca juga:

Metode ini bisa membuat Anda bebas dari kacamata dan softlens

pusat lasik terlengkap di Surabaya

Profesi yang tidak boleh menggunakan kacamata

Baca juga penyebab katarak

Siapa yang tidak cocok menggunakan Orthokeratology?

Ortho-K surabaya lasik center
Salah satu yang dianjurkan menggunakan Ortho-K adalah anak-anak yang mata minusnya selalu bertambah

Orthokeratology tidak disarankan bagi  Anda yang:

  1. Memilki riwayat dry eye atau mata kering
  2. Memilki rabun jauh dengan derajat yang berat yaitu diatas 6 dioptri
  3. Serta memiliki ukuran pupil yang relatif besar

Kelebihan / keunggulan Orthokeratology?

Berikut adalah kelebihan dari metode Ortho-K:

  1. Tidak invasif, artinya tidak menembus ke dalam tubuh secara keseluruhan atau sebagian, baik melalui lubang tubuh atau melalui permukaan tubuh.
  2. Tidak melalui tahap bedah operasi, karena hanya dengan menempelkan lensa kontak ke mata.
  3. Biaya lebih ringan daripada Lasik atau ReLEx SMILE
  4. serta bersifat sementara. Begitu pengguna berhenti menggunakan Ortho-K, kornea akan kembali ke bentuk semula beberapa hari kemudian, sehingga pengguna dapat kembali menggunakan kacamata atau lensa kontak kapanpun mau.
  5. OrthoK memiliki risiko yang lebih rendah karena bukan tidakan operasi, hanya membutuhkan kesabaran dan kepatuhan pasien dalam menjalaninya serta hasil yang yang diharapkan tidak se-presisi tindakan Lasik.
  6. Lensa ini juga lebih aman daripada lensa kontak lunak karena dapat mencegah penempelan bakteri pada lensa

Risiko / Kekurangan Orthokeratology?

Berikut adalah kekurangan dari metode Ortho-K:

  1. Perlu proses adaptasi karena menggunakan lensa rigid sehingga timbul rasa tidak nyaman ketika digunakan
  2. Tidak dapat merubah bentuk kornea secara permanen
  3. Harus dilakukan secara teratur agar mendapatkan hasil yang maksimal
  4. Harus memiliki ketekunan dalam membersihkan lensa kontak, agar tidak menimbulkan infeksi pada mata

Baca Juga:

Lensa Kontak VS LASIK: untuk myopia dan astigmatisme

Perbedaan Relex Smile, Femto Lasik dan PRK

Beberapa penyakit retina serta cara pencegahannya

Cara mencegah risiko Ortho-K?

Setiap tindakan pasti memilki risiko, Ortho-K juga memliki risiko meskipun minim; seperti risiko infeksi. Hal ini dapat dihindari dengan selalu konsultasi ke dokter mata agar selalu terpantau oleh ahlinya serta selalu menjaga kerbersihan dari lensa kontak itu sendiri berserta cairannya.

Batasan usia bisa menggunakan Ortho-K?

Sebenarnya hingga sekarang masih belum ada Batasan usia ketika ingin menggunakan Ortho-K

Butuh berapa lama menggunakan Ortho-K agar mendapatkan efek maksimal ?

Penggunaan lensa Ortho-K rutin selama 1-2 minggu adalah cara yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tetapi hal ini juga perlu diperhatikan karena hasil tersebut juga tergantung dari kondisi mata Anda; seperti seberapa besar derajat mata minusnya. Semakin besar minusnya, maka semakin lama juga untuk mengkoreksinya.

Bagaimana cara mempertahankan agar kondisi kornea stabil?

Agar penglihatan setelah menggunakan lensa ini lebih lama, maka nanti bisa menggunakan retainer lens atau lensa penahan yang memiliki fungsi menjaga struktur kornea mata. Memang pada dasarnya belum ada Batasan berapa lama sebaiknya memakai lensa Ortho-K, selama dalam pengawasan dokter spesialis mata serta kondisi mata Anda baik.

Efek samping Ortho-K

Setiap prosedur medis pasti memiliki efek samping, begitu pun dengan Ortho-k. Memang perlu beradaptasi ketika ignin menggunakan lensa ini; seperti mata buram atau sedikit silau ketika melihat cahaya. Tetapi, efek samping ringain ini akan hilang seiring berjalannya waktu.

Adapun efek samping menggunakan lensa terapi ini yang harus diperhatikan:

  • Harus selalu dicuci menggunakan tangan yang higenis agar tidak terjadi infeksi pada mata
  • Akibat dari infeksi ini bisa menurunkan tajam penglihatan secara drastis hingga permanen
  • Karena struktur mata menjadi berubah, bisa terjadi peningkatan tekanan bola mata, serta dapat merubah bentuk kornea

Maka dari itu, penggunaan terapi ini harus selalu dalam pengawasan dokter spesialis mata dan harus selalu kontrol ke dokter

Apa saja persiapan saat melakukan orthokeratology?

Tahap yang dilakukan ketika ingin menggunakan terapi ortho-K cukup singkat yaitu:

  • Mendaftar untuk melakukan kunjungan ke klinik
  • Datang ke klinik mata / rumah sakit dengan dokter ahli ortho-K
  • Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata dan memastikan bahwa kondisi mata dalam kondisi baik dan sehat
  • Kemudian akan melakukan penggambaraan kornea dengan menggunakan alat khusus yaitu topographer.  Tujuannya untuk mendesain lensa yang sesuai dengan bentuk mata Anda

Lokasi Ortho-K terdekat?

Salah satu tempat melakukan terapi lensa kontak Ortho-K ini adalah di National Eye Center / National Lasik Center yang berlokasi di Jl, Dharma Husada Indah Utara Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.41, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115 (sebrang kampus C UNAIR)

Untuk mendapatkan panduan maps nya, Anda bisa klik link ini

Tetapi Anda perlu melakukan reservasi terlebih dahulu jika ingin melakukan tindakan ini.

Alternatif selain Ortho-K? Lasik vs Ortho-K

Meskipun sama-sama merubah bentuk kornea, mungkin Anda masih berfikir apa yang membedakan terapi lensa kontak ini dengan metode Lasik / laser, berikut adalah perbedaannya:

  1. Tindakan Lasik merupakan tindakan mengurangi ketebalan kornea menggunakan laser, sementara ortho K hanya menggunakan lensa kontak
  2. Tindakan Lasik merupakan tindakan operasi, sementara ortho K tidak
  3. Tindakan terkesan lebih mahal daripada terapi lensa kontak, tetapi manfaat yang dirasakan setelah melakukan lasik permanen.
  4. Lasik akan menghasilkan koreksi penglihatan yang lebih presisi karena semua tindakan menggunakan komputer.

Apakah alternatif Ortho-K yaitu Lasik dapat ditanggung BPJS?

Jawabannya adalah tidak, karena lasik merupakan tindakan yang bersifat kosmetik .