Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 16:00 WIB

Tak Asal Mata Minus, Ini 7 Syarat Operasi Lasik

Operasi Lasik kini menjadi dambaan banyak orang yang ingin terbebas dari kacamata. Namun, tidak semua penderita rabun bisa operasi Lasik. Ini tujuh syarat operasi Lasik.

Berusia 18 tahun ke atas

Syarat operasi Lasik yang pertama adalah pasien berusia 18 tahun ke atas. Meskipun saat ini banyak anak mengalami miopia (rabun jauh) dan sangat ingin terbebas dari kacamata, mereka tidak bisa mengikuti operasi Lasik sebelum berusia 18 tahun.

Mengapa harus usia 18 tahun ke atas? Karena pada usia ini umumnya status refraksi sudah stabil. Ketika refraksi sudah stabil, kemungkinan terjadinya regresi (pertambahan atau penurunan plus atau minus) setelah Lasik sangat kecil.

Ini berbeda dengan anak-anak atau remaja yang usianya belum 18 tahun. Mereka masih mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan bola mata. Nah, dengan masih berkembangnya bola mata, plus atau minus-nya juga masih berubah. Hanya ketika bola mata berhenti berkembang, status refraksi sudah stabil dan tidak terjadi regresi. Saat itulah mata minus bisa dikoreksi permanen dengan lasik. Dan ini umumnya baru terjadi pada usia 18 tahun ke atas.

syarat operasi lasik

Ketebalan kornea di atas 500

Syarat operasi Lasik berikutnya, ketebalan kornea pasien di atas 500 mikron. Terkadang ada pasien yang sangat ingin mengikuti prosedur lasik, tetapi karena korneanya tipis tidak sampai 500 mikron, keinginannya tidak terwujud.

Bagaimana mengetahui ketebalan kornea saya? Inilah pentingnya Pre-Lasik. Pre-Lasik merupakan pemeriksaan awal bagi pasien Laser Vision Correction atau yang biasa dikenal dengan Lasik.

Melalui Pre-Lasik, pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan, antara lain:

  • Topografi (Pemetaan Kornea)
  • Pemeriksaan produksi air mata
  • Pengukuran ketebalan kornea
  • Memastikan kondisi Kornea
  • Pemeriksaan Laboratorium
  • Pemeriksaan mata secara fisik

Refractive error

Syarat operasi Lasik ketiga adalah tingkat kelainan refraksi (refractive error). Yakni untuk miopia -1.00 hingga -12.00 D. Untuk astigmatisme (silinder) kurang dari 6.00 D. Dan untuk hipermetropi kurang dari 6.00 D.

Artinya, untuk miopia di bawah 1.00 D dan di atas 12.00 D, tidak memenuhi syarat untuk operasi Lasik. Demikian pula astigmatisme yang lebih dari 6.00 D dan hipermetropi yang lebih dari 6.00 D juga tidak memenuhi syarat.

Jika pasien ingin operasi Lasik dengan proseder Relex Smile (generasi ketiga laser vision correction), ia hanya bisa untuk miopi hingga -10.00 D. Jika minusnya lebih besar (misal -11.00 D atau -12.00 D), metode yang tersedia adalah Femto Lasik  dan PRK (lasek).

Status refraksi sudah stabil

Agar seseorang bisa mengikuti prosedur Lasik, status refraksinya harus sudah stabil selama 6 bulan hingga 1 tahun terakhir. Ini terkait erat dengan syarat pertama, usia 18 tahun ke atas. Umumnya, pada usia 18 tahun ke atas, status refraksi sudah stabil.

Menghentikan pemakaian lensa kontak

Sebelum operasi lasik, seorang pasien harus menghentikan pemakaian lensa kontak paling lambat 7 hari sebelumnya. Idealnya, 2—4 minggu sebelumnya.

Sedangkan untuk pengguna Rigid Gas Permeable (RGP), ia harus menghentikan pemakaiannya paling tidak 2 minggu sebelum operasi lasik.

Histori kesehatan mata

Syarat operasi Lasik berikutnya, histori kesehatan mata (eye health history) harus jelas disampaikan kepada dokter mata. Apakah pernah punya riwayat infeksi mata, herpetic keratitis, glaukoma, keratoconus, atau retinal detachement. Sebab hal-hal itu merupakan kontraindikasi dari dilakukannya tindakan lasik.

Juga untuk mereka yang mengalami sindrom mata kering. Karena lasik dapat menyebabkan sindrom mata kering menjadi berat. Untuk penderita sindrom ini, sebaiknya tidak memilih femto lasik maupun PRK. Pilihan terbaiknya adalah Relex Smile yang efek samping mata keringnya sangat minim.

Histori medis

Pasien juga perlu terbuka menyampaikan histori medis (medical history) yang ia alami. Apakah ia menderita diabetes, collagen vascular disease, SLE, RA, marfan syndrome, atau sedang mengandung. Sebab semua ini berisiko. Misalnya diabetes yang umumnya memicu katarak.

Untuk memastikan kondisi kesehatan medis khususnya untuk penyakit-penyakit di atas, sebelum operasi lasik akan dilakukan pemeriksaan Pre-Lasik.

Anda memenuhi syarat di atas terutama untuk usia, tingkat miopia dan riwayat kesehatan mata? Selebihnya (ketebalan kornea, dan lain-lain) bisa diketahui dengan Pre-Lasik. Selamat, operasi Lasik cocok untuk Anda dan selangkah lagi Anda terbebas dari kacamata. National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Lasik di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik sesuai kebutuhan Anda: Relex Smile, Femto Lasik, dan PRK. #HappyLasik #TrulyLasik []

Operasi Lasik kini menjadi dambaan banyak orang yang ingin terbebas dari kacamata. Namun, tidak semua penderita rabun bisa operasi Lasik. Ini tujuh syarat operasi Lasik.

Berusia 18 tahun ke atas

Syarat operasi Lasik yang pertama adalah pasien berusia 18 tahun ke atas. Meskipun saat ini banyak anak mengalami miopia (rabun jauh) dan sangat ingin terbebas dari kacamata, mereka tidak bisa mengikuti operasi Lasik sebelum berusia 18 tahun.

Mengapa harus usia 18 tahun ke atas? Karena pada usia ini umumnya status refraksi sudah stabil. Ketika refraksi sudah stabil, kemungkinan terjadinya regresi (pertambahan atau penurunan plus atau minus) setelah Lasik sangat kecil.

Ini berbeda dengan anak-anak atau remaja yang usianya belum 18 tahun. Mereka masih mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan bola mata. Nah, dengan masih berkembangnya bola mata, plus atau minus-nya juga masih berubah. Hanya ketika bola mata berhenti berkembang, status refraksi sudah stabil dan tidak terjadi regresi. Saat itulah mata minus bisa dikoreksi permanen dengan lasik. Dan ini umumnya baru terjadi pada usia 18 tahun ke atas.

syarat operasi lasik

Ketebalan kornea di atas 500

Syarat operasi Lasik berikutnya, ketebalan kornea pasien di atas 500 mikron. Terkadang ada pasien yang sangat ingin mengikuti prosedur lasik, tetapi karena korneanya tipis tidak sampai 500 mikron, keinginannya tidak terwujud.

Bagaimana mengetahui ketebalan kornea saya? Inilah pentingnya Pre-Lasik. Pre-Lasik merupakan pemeriksaan awal bagi pasien Laser Vision Correction atau yang biasa dikenal dengan Lasik.

Melalui Pre-Lasik, pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan, antara lain:

  • Topografi (Pemetaan Kornea)
  • Pemeriksaan produksi air mata
  • Pengukuran ketebalan kornea
  • Memastikan kondisi Kornea
  • Pemeriksaan Laboratorium
  • Pemeriksaan mata secara fisik

Refractive error

Syarat operasi Lasik ketiga adalah tingkat kelainan refraksi (refractive error). Yakni untuk miopia -1.00 hingga -12.00 D. Untuk astigmatisme (silinder) kurang dari 6.00 D. Dan untuk hipermetropi kurang dari 6.00 D.

Artinya, untuk miopia di bawah 1.00 D dan di atas 12.00 D, tidak memenuhi syarat untuk operasi Lasik. Demikian pula astigmatisme yang lebih dari 6.00 D dan hipermetropi yang lebih dari 6.00 D juga tidak memenuhi syarat.

Jika pasien ingin operasi Lasik dengan proseder Relex Smile (generasi ketiga laser vision correction), ia hanya bisa untuk miopi hingga -10.00 D. Jika minusnya lebih besar (misal -11.00 D atau -12.00 D), metode yang tersedia adalah Femto Lasik  dan PRK (lasek).

Status refraksi sudah stabil

Agar seseorang bisa mengikuti prosedur Lasik, status refraksinya harus sudah stabil selama 6 bulan hingga 1 tahun terakhir. Ini terkait erat dengan syarat pertama, usia 18 tahun ke atas. Umumnya, pada usia 18 tahun ke atas, status refraksi sudah stabil.

Menghentikan pemakaian lensa kontak

Sebelum operasi lasik, seorang pasien harus menghentikan pemakaian lensa kontak paling lambat 7 hari sebelumnya. Idealnya, 2—4 minggu sebelumnya.

Sedangkan untuk pengguna Rigid Gas Permeable (RGP), ia harus menghentikan pemakaiannya paling tidak 2 minggu sebelum operasi lasik.

Histori kesehatan mata

Syarat operasi Lasik berikutnya, histori kesehatan mata (eye health history) harus jelas disampaikan kepada dokter mata. Apakah pernah punya riwayat infeksi mata, herpetic keratitis, glaukoma, keratoconus, atau retinal detachement. Sebab hal-hal itu merupakan kontraindikasi dari dilakukannya tindakan lasik.

Juga untuk mereka yang mengalami sindrom mata kering. Karena lasik dapat menyebabkan sindrom mata kering menjadi berat. Untuk penderita sindrom ini, sebaiknya tidak memilih femto lasik maupun PRK. Pilihan terbaiknya adalah Relex Smile yang efek samping mata keringnya sangat minim.

Histori medis

Pasien juga perlu terbuka menyampaikan histori medis (medical history) yang ia alami. Apakah ia menderita diabetes, collagen vascular disease, SLE, RA, marfan syndrome, atau sedang mengandung. Sebab semua ini berisiko. Misalnya diabetes yang umumnya memicu katarak.

Untuk memastikan kondisi kesehatan medis khususnya untuk penyakit-penyakit di atas, sebelum operasi lasik akan dilakukan pemeriksaan Pre-Lasik.

Anda memenuhi syarat di atas terutama untuk usia, tingkat miopia dan riwayat kesehatan mata? Selebihnya (ketebalan kornea, dan lain-lain) bisa diketahui dengan Pre-Lasik. Selamat, operasi Lasik cocok untuk Anda dan selangkah lagi Anda terbebas dari kacamata. National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Lasik di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik sesuai kebutuhan Anda: Relex Smile, Femto Lasik, dan PRK. #HappyLasik #TrulyLasik []

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?