Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 16:00 WIB

Ternyata Lasik Berisiko! Ini Penjelasannya

Apa kamu termasuk penderita gangguan refraksi yang sudah lelah menggunakan kacamata?
Sudah ada keinginan untuk menyudahinya dengan operasi lasik, tetapi belum yakin untuk melakukannya. Kebanyakan dari penderita gangguan refraksi, menganggap lasik berisiko.  

Hal ini wajar terjadi pada semua penderita gangguan refraksi, baik minus, silinder, maupun rabun jauh. Tentu saja, setiap tindakan pasti memiliki risiko. Hanya saja, apakah risiko ini sangat besar atau minim?

Sebagai informasi, (Laser-Assisted in situ Keratomileusis) atau yang dikenal dengan Lasik adalah metode populer di dunia medis untuk memperbaiki kelainan mata minus, mata plus, mata silinder.

Pada dasarnya, lasik merupakan tindakan operasi bedah refraktif yang aman dilakukan dan tidak berbahaya. Hal ini dikatakan oleh Dokter Spesialis Mata National Lasik Center (NLC) dr. M. Nurdin Zuhri, SpM. Dikatakannya, operasi bedah refraktif ini merupakan tindakan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Karena itu, kenapa lasik berisiko bila tidak dilakukan oleh dokter mata ahli dan tak sesuai prosedur.

Arcus Senilis Berbahaya Gak Sih? –

Oleh karena itu, lasik ini harus dikerjakan oleh dokter mata ahli. Bahkan sebelum melakukan lasik, dibutuhkan pemeriksaan melalui macam-macam alat medis. Tujuannya, agar keakuaratan pemeriksaannya mendekati 100%,” papar dr. Nurdin.

Lasik Berisiko! Perhatikan Hal-Hal Ini Agar Lasik Tetap Aman & Nyaman

Dokter Nurdin menegaskan, bahwa semua tindakan medis tentu ada risikonya, termasuk pada operasi lasik. Dokter Mata asal Pasuruan ini menuturkan, risiko operasi lasik yang mungkin terjadi adalah:
– Infeksi mata
– Inflamasi (Radang)
– Rasa nyeri
– Mata kering
– Efek samping visualisasi

Untuk meminimalisir risiko di atas, maka butuh persiapan yang bagus sebelum proses lasik dilakukan. Ia mengansumsikan, operasi lasik ini seperti seseorang yang sedang berkendara.  
Ketika seseorang naik pesawat, apakah ada yang bisa menjamin bahwa penerbangan antar kota bisa 100% selamat? Tentu tidak.

Namun, hal tersebut dapat dihindari bila pesawat diterbangkan oleh pilot ahli, berpengalaman, peralatan, dan teknologi yang mendukung.

Vitamin A bisa Menyembuhkan Minus? –

Lasik berisiko dan terbilang membahayakan bila tidak dilakukan sesuai prosedur. Berikut ini prosedur lasik yang perlu kalian ketahui. Pastikan pusat lasik yang kamu pilih, sudah melakukan prosedur lasik dengan benar dan tenaga ahli profesonal.

  1. Konsultasi pra Lasik
    Calon pasien lasik harus menjalani proses konsultasi dengan dokter spesialis mata. Sebab terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti,
    – Tingkat kelembapan mata
    – Ketebalan kornea
    – Ukuran pupil
    – Hingga kemungkinan munculnya peradangan yang harus terlebih dahulu di tangani sebelum operasi lasik dilakukan.
  2. Pembuatan lensa kontak di kornea
    Pembentukan lensa kontak di kornea mata ini bertujuan agar fokus cahaya yang masuk ke retina dapat menghasilkan penglihatan yang lebih baik. Pembuatan lensa ini disesuaikan dengan hasil konsultasi dan pemriksaan saat pra lasik.
  3. Secara teknis, prosedur operasi lasik diantaranya
    –  Preoperative (pemberian lensa kontak kepada pasien sebelum operasi)
    – Operative (pemberian sedatf ringan pada pasien)
    – Postoperative (pemberian tetes mata antibiotik dan anti-inflamasi setelah operasi)

    Berikut ini gambaran prosedur lasik secar ateknis yang harus diketahui:

– Apa itu LASIK Mata dan Bagaimana Prosedurnya –

Operasi lasik ini akan berjalan lancar bila dilakukan sesuai prosedur, antara dokter dan pasien. Dokter Nurdin menegaskan, hasil dari operasi lasik akan berdampak berbeda-beda kepada pasien. Seklai lagi, hal ini lah yang menjadikan konsultasi pra lasik menjadi penting.

Dijelaskannya, pasien pasca operasi lasik akan memiliki daya penglihatan yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum dilakukan operasi lasik, penting untuk menghitung risiko potensial dari seorang pasien agar keakuratan dan keberhasilan mendekati 100%.

Ia menambahkan, bahwa bagi penderita diabetes (gula darah tinggi), metabolisme seseorang terbilang tidak normal. Akibat ketidaknormalan tersebut, salah satunya akan menyebabkan proses penyembuhan operasi terganggu dan butuh waktu lebih lama.

Jadi, pastikan kamu sudah memilih pusat lasik yang tepat dengan dokter ahli dan cekatan. Karena lasik bukan asal-asalan!

“Kembali melihat tanpa alat bantu dengan cara yang aman dan nyaman”

Tonton juga berbagai video informatif tentang Lasik & Kesehatan Mata lainnya:

https://www.youtube.com/watch?v=XYvYySqt8p8

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Netus et malesuada fames ac turpis egestas maecenas pharetra. Velit scelerisque in dictum non. Nec ullamcorper sit amet risus nullam eget felis eget. Consequat interdum varius sit amet mattis. Viverra vitae congue eu consequat ac felis donec et. Interdum consectetur libero id faucibus. Enim praesent elementum facilisis leo vel fringilla. Mattis ullamcorper velit sed ullamcorper. Eu consequat ac felis donec et odio pellentesque diam volutpat. Velit egestas dui id ornare arcu odio ut sem nulla. Nulla porttitor massa id neque

Apa kamu termasuk penderita gangguan refraksi yang sudah lelah menggunakan kacamata?
Sudah ada keinginan untuk menyudahinya dengan operasi lasik, tetapi belum yakin untuk melakukannya. Kebanyakan dari penderita gangguan refraksi, menganggap lasik berisiko.  

Hal ini wajar terjadi pada semua penderita gangguan refraksi, baik minus, silinder, maupun rabun jauh. Tentu saja, setiap tindakan pasti memiliki risiko. Hanya saja, apakah risiko ini sangat besar atau minim?

Sebagai informasi, (Laser-Assisted in situ Keratomileusis) atau yang dikenal dengan Lasik adalah metode populer di dunia medis untuk memperbaiki kelainan mata minus, mata plus, mata silinder.

Pada dasarnya, lasik merupakan tindakan operasi bedah refraktif yang aman dilakukan dan tidak berbahaya. Hal ini dikatakan oleh Dokter Spesialis Mata National Lasik Center (NLC) dr. M. Nurdin Zuhri, SpM. Dikatakannya, operasi bedah refraktif ini merupakan tindakan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Karena itu, kenapa lasik berisiko bila tidak dilakukan oleh dokter mata ahli dan tak sesuai prosedur.

Arcus Senilis Berbahaya Gak Sih? –

Oleh karena itu, lasik ini harus dikerjakan oleh dokter mata ahli. Bahkan sebelum melakukan lasik, dibutuhkan pemeriksaan melalui macam-macam alat medis. Tujuannya, agar keakuaratan pemeriksaannya mendekati 100%,” papar dr. Nurdin.

Lasik Berisiko! Perhatikan Hal-Hal Ini Agar Lasik Tetap Aman & Nyaman

Dokter Nurdin menegaskan, bahwa semua tindakan medis tentu ada risikonya, termasuk pada operasi lasik. Dokter Mata asal Pasuruan ini menuturkan, risiko operasi lasik yang mungkin terjadi adalah:
– Infeksi mata
– Inflamasi (Radang)
– Rasa nyeri
– Mata kering
– Efek samping visualisasi

Untuk meminimalisir risiko di atas, maka butuh persiapan yang bagus sebelum proses lasik dilakukan. Ia mengansumsikan, operasi lasik ini seperti seseorang yang sedang berkendara.  
Ketika seseorang naik pesawat, apakah ada yang bisa menjamin bahwa penerbangan antar kota bisa 100% selamat? Tentu tidak.

Namun, hal tersebut dapat dihindari bila pesawat diterbangkan oleh pilot ahli, berpengalaman, peralatan, dan teknologi yang mendukung.

Vitamin A bisa Menyembuhkan Minus? –

Lasik berisiko dan terbilang membahayakan bila tidak dilakukan sesuai prosedur. Berikut ini prosedur lasik yang perlu kalian ketahui. Pastikan pusat lasik yang kamu pilih, sudah melakukan prosedur lasik dengan benar dan tenaga ahli profesonal.

  1. Konsultasi pra Lasik
    Calon pasien lasik harus menjalani proses konsultasi dengan dokter spesialis mata. Sebab terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti,
    – Tingkat kelembapan mata
    – Ketebalan kornea
    – Ukuran pupil
    – Hingga kemungkinan munculnya peradangan yang harus terlebih dahulu di tangani sebelum operasi lasik dilakukan.
  2. Pembuatan lensa kontak di kornea
    Pembentukan lensa kontak di kornea mata ini bertujuan agar fokus cahaya yang masuk ke retina dapat menghasilkan penglihatan yang lebih baik. Pembuatan lensa ini disesuaikan dengan hasil konsultasi dan pemriksaan saat pra lasik.
  3. Secara teknis, prosedur operasi lasik diantaranya
    –  Preoperative (pemberian lensa kontak kepada pasien sebelum operasi)
    – Operative (pemberian sedatf ringan pada pasien)
    – Postoperative (pemberian tetes mata antibiotik dan anti-inflamasi setelah operasi)

    Berikut ini gambaran prosedur lasik secar ateknis yang harus diketahui:

– Apa itu LASIK Mata dan Bagaimana Prosedurnya –

Operasi lasik ini akan berjalan lancar bila dilakukan sesuai prosedur, antara dokter dan pasien. Dokter Nurdin menegaskan, hasil dari operasi lasik akan berdampak berbeda-beda kepada pasien. Seklai lagi, hal ini lah yang menjadikan konsultasi pra lasik menjadi penting.

Dijelaskannya, pasien pasca operasi lasik akan memiliki daya penglihatan yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum dilakukan operasi lasik, penting untuk menghitung risiko potensial dari seorang pasien agar keakuratan dan keberhasilan mendekati 100%.

Ia menambahkan, bahwa bagi penderita diabetes (gula darah tinggi), metabolisme seseorang terbilang tidak normal. Akibat ketidaknormalan tersebut, salah satunya akan menyebabkan proses penyembuhan operasi terganggu dan butuh waktu lebih lama.

Jadi, pastikan kamu sudah memilih pusat lasik yang tepat dengan dokter ahli dan cekatan. Karena lasik bukan asal-asalan!

“Kembali melihat tanpa alat bantu dengan cara yang aman dan nyaman”

Tonton juga berbagai video informatif tentang Lasik & Kesehatan Mata lainnya:

https://www.youtube.com/watch?v=XYvYySqt8p8

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?