Operasional: Senin - Sabtu | 09:00 - 16:00 WIB

Apakah Wortel Bisa Menyembuhkan Mata Minus? Ini Mitos dan Faktanya

Banyak keyakinan yang beredar di masyarakat soal mata minus alias miopia, penyebab, dan obat yang bisa menyembuhkan. Di antaranya adalah keyakinan bahwa wortel bisa menyembuhkan mata minus. Apakah itu fakta atau sekadar mitos?

Wortel obat mata minus?

Lasik Advisor National Lasik Center (NLC) dr. Hera Lesmana, SpM menjelaskan, banyak masyarakat umum meyakini bahwa wortel bisa menyembuhkan mata minus. Ia pun menegaskan bahwa ini adalah mitos.

“Wortel bisa menyembuhkan mata minus ini adalah mitos pertama soal kelainan refraksi. Eksis dari dulu hingga saat ini,” kata dokter spesialis mata yang berdomisili di Tulungagung ini.

Dr Hera sendiri pernah mengalaminya. Saat ia masih kecil dan mengalami miopi, orangtuanya menyuruh mengkonsumsi banyak wortel.

“Makan wortel yang banyak biar mata minus kamu sembuh,” demikian saran orang tua. Karena masih kecil dan tidak mengerti, dr Hera pun mengikuti saran tersebut.

Namun, meskipun sudah banyak makan wortel, minusnya tidak hilang. Ketika ke dokter, ia tetap harus memakai kacamata.

Menurut dokter mata yang sehari-harinya berdinas di RSUD dr Iskak Tulungagung ini, sampai sekarang pun ketika ada anak mengalami kelainan refraksi, penglihatannya kabur, ada saja orang tua yang minta kepada dokter agar anaknya diterapi dengan wortel. “Dok, anak saya tidak usah pakai kacamata ya. Nanti biar makan wortel saja yang banyak. Bisakah sembuh, Dok?”

Wortel ini eksis dari dulu hingga sekarang menjadi isu utama di kalangan masyarakat awam untuk menyembuhkan rabun jauh alias mata minus. Bahkan dianggap bisa menyembuhkan seluruh penyakit mata.

Meskipun sudah sering dokter mata menyampaikan edukasi, masih banyak orang tua yang meyakini wortel bisa menyembuhkan mata minus. Bahkan, resep kacamata yang sudah dokter mata berikan, tidak mau beli justru membeli pengobatan alternatif di antaranya adalah dengan wortel ini.

Mitos dan fakta

Jadi, wortel bisa menyembuhkan mata minus adalah mitos. Bukan fakta. Wortel tidak bisa menyembuhkan miopia (rabun jauh). Juga tidak bisa menyembuhkan kelainan refraksi lainnya seperti hipermetropi dan astigmatisme.

Faktanya, wortel memang mengandung banyak nutrisi. Di antaranya adalah vitamin A dalam bentuk beta karoten. Kandungan terbanyak pada wortel adalah air dan karbohidrat. Ia sedikit mengandung lemak dan protein, tetapi kaya vitamin. Selain vitamin A, ada pula sejumlah vitamin pada wortel:

Vitamin K1
Vitamin K1 atau phylloquinone penting untuk pembekuan darah dan dapat menjaga kesehatan tulang.

Vitamin B6
Bersama dengan jenis vitamin B lain, vitamin B6 berperan penting dalam mengubah makanan menjadi energi.

Biotin
Ia adalah salah satu vitamin B yang sangat berperan penting dalam metabolisme lemak dan protein.

Kalium
Ia adalah mineral penting dalam membantu berbagai fungsi tubuh, sebagai sumber tenaga dan kekuatan otot, nutrisi bagi jantung, juga membantu mengendalikan tekanan darah.

Kandungan vitamin A pada wortel memang bagus untuk menjaga kesehatan mata. Ia merupakan langkah baik untuk mencegah rabun senja. Namun, wortel bukan obat untuk menyembuhkan miopia maupun kelainan refraksi lainnya.

Baca juga: Computer Vision Syndrome

Bagaimana menyembuhkan mata minus?

Jika wortel tidak bisa menyembuhkan mata minus alias rabun jauh (miopia), lalu bagaimana cara menyembuhkannya? Ada tiga cara menyembuhkan –lebih tepatnya mengoreksi- rabun jauh (miopia). Pertama, kacamata. Kedua, lensa kontak. Ketiga, bedah refraktif (lasik).

Perbedaan paling signifikan, kacamata dan lensa kontak haruslah dipakai. Jika tidak dipakai, penglihatan tetap tidak jelas. Dengan kata lain, kacamata dan lensa kontak hanya mengoreksi saat dipakai, bukan menyembuhkan secara permanen.

Bagaimana cara menyembuhkan mata minus agar tidak lagi memakai kacamata atau lensa kontak? Jawabannya adalah lasik.

Lasik adalah singkatan dari Laser In Situ Keratomileusis. Yakni prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi sehingga bebas dari kacamata dan lensa kontak.

Pada dasarnya, lasik adalah salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC). Namun, sebagian besar masyarakat mengenal metode Laser Vision Correction (LVC) dengan sebutan lasik.

Menyembuhkan mata minus dengan lasik di NLC

National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Laser Vision Correction (LVC) yang berpusat di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik:

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Ia lebih canggih dari PRK dan LASIK. Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisir efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

Femto Lasik (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif untuk mengatasi kelainan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea.

Apakah lasik itu lasernya ditembakkan ke mata? Apakah terasa sakit? Baca jawabannya di Pertanyaan Seputar Lasik. #HappyLasik #TrulyLasik []

Banyak keyakinan yang beredar di masyarakat soal mata minus alias miopia, penyebab, dan obat yang bisa menyembuhkan. Di antaranya adalah keyakinan bahwa wortel bisa menyembuhkan mata minus. Apakah itu fakta atau sekadar mitos?

Wortel obat mata minus?

Lasik Advisor National Lasik Center (NLC) dr. Hera Lesmana, SpM menjelaskan, banyak masyarakat umum meyakini bahwa wortel bisa menyembuhkan mata minus. Ia pun menegaskan bahwa ini adalah mitos.

“Wortel bisa menyembuhkan mata minus ini adalah mitos pertama soal kelainan refraksi. Eksis dari dulu hingga saat ini,” kata dokter spesialis mata yang berdomisili di Tulungagung ini.

Dr Hera sendiri pernah mengalaminya. Saat ia masih kecil dan mengalami miopi, orangtuanya menyuruh mengkonsumsi banyak wortel.

“Makan wortel yang banyak biar mata minus kamu sembuh,” demikian saran orang tua. Karena masih kecil dan tidak mengerti, dr Hera pun mengikuti saran tersebut.

Namun, meskipun sudah banyak makan wortel, minusnya tidak hilang. Ketika ke dokter, ia tetap harus memakai kacamata.

Menurut dokter mata yang sehari-harinya berdinas di RSUD dr Iskak Tulungagung ini, sampai sekarang pun ketika ada anak mengalami kelainan refraksi, penglihatannya kabur, ada saja orang tua yang minta kepada dokter agar anaknya diterapi dengan wortel. “Dok, anak saya tidak usah pakai kacamata ya. Nanti biar makan wortel saja yang banyak. Bisakah sembuh, Dok?”

Wortel ini eksis dari dulu hingga sekarang menjadi isu utama di kalangan masyarakat awam untuk menyembuhkan rabun jauh alias mata minus. Bahkan dianggap bisa menyembuhkan seluruh penyakit mata.

Meskipun sudah sering dokter mata menyampaikan edukasi, masih banyak orang tua yang meyakini wortel bisa menyembuhkan mata minus. Bahkan, resep kacamata yang sudah dokter mata berikan, tidak mau beli justru membeli pengobatan alternatif di antaranya adalah dengan wortel ini.

Mitos dan fakta

Jadi, wortel bisa menyembuhkan mata minus adalah mitos. Bukan fakta. Wortel tidak bisa menyembuhkan miopia (rabun jauh). Juga tidak bisa menyembuhkan kelainan refraksi lainnya seperti hipermetropi dan astigmatisme.

Faktanya, wortel memang mengandung banyak nutrisi. Di antaranya adalah vitamin A dalam bentuk beta karoten. Kandungan terbanyak pada wortel adalah air dan karbohidrat. Ia sedikit mengandung lemak dan protein, tetapi kaya vitamin. Selain vitamin A, ada pula sejumlah vitamin pada wortel:

Vitamin K1
Vitamin K1 atau phylloquinone penting untuk pembekuan darah dan dapat menjaga kesehatan tulang.

Vitamin B6
Bersama dengan jenis vitamin B lain, vitamin B6 berperan penting dalam mengubah makanan menjadi energi.

Biotin
Ia adalah salah satu vitamin B yang sangat berperan penting dalam metabolisme lemak dan protein.

Kalium
Ia adalah mineral penting dalam membantu berbagai fungsi tubuh, sebagai sumber tenaga dan kekuatan otot, nutrisi bagi jantung, juga membantu mengendalikan tekanan darah.

Kandungan vitamin A pada wortel memang bagus untuk menjaga kesehatan mata. Ia merupakan langkah baik untuk mencegah rabun senja. Namun, wortel bukan obat untuk menyembuhkan miopia maupun kelainan refraksi lainnya.

Baca juga: Computer Vision Syndrome

Bagaimana menyembuhkan mata minus?

Jika wortel tidak bisa menyembuhkan mata minus alias rabun jauh (miopia), lalu bagaimana cara menyembuhkannya? Ada tiga cara menyembuhkan –lebih tepatnya mengoreksi- rabun jauh (miopia). Pertama, kacamata. Kedua, lensa kontak. Ketiga, bedah refraktif (lasik).

Perbedaan paling signifikan, kacamata dan lensa kontak haruslah dipakai. Jika tidak dipakai, penglihatan tetap tidak jelas. Dengan kata lain, kacamata dan lensa kontak hanya mengoreksi saat dipakai, bukan menyembuhkan secara permanen.

Bagaimana cara menyembuhkan mata minus agar tidak lagi memakai kacamata atau lensa kontak? Jawabannya adalah lasik.

Lasik adalah singkatan dari Laser In Situ Keratomileusis. Yakni prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi sehingga bebas dari kacamata dan lensa kontak.

Pada dasarnya, lasik adalah salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC). Namun, sebagian besar masyarakat mengenal metode Laser Vision Correction (LVC) dengan sebutan lasik.

Menyembuhkan mata minus dengan lasik di NLC

National Lasik Center (NLC) sebagai pusat Laser Vision Correction (LVC) yang berpusat di Surabaya menyediakan tiga metode Lasik:

ReLEx® SMILE

Relex Smile atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir  tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.

Relex Smile merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Ia lebih canggih dari PRK dan LASIK. Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.

Selain itu, Relex Smile juga dapat meminimalisir efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex Smile cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.

Femto Lasik

Femto Lasik (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif untuk mengatasi kelainan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Femto Lasik merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca lasik lebih ringan.

Lasek (PRK)

PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea.

Apakah lasik itu lasernya ditembakkan ke mata? Apakah terasa sakit? Baca jawabannya di Pertanyaan Seputar Lasik. #HappyLasik #TrulyLasik []

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?